Enggan Repoti Anak, Mbah Sayuti Buka Jasa Servis Payung dan Sol Sepatu untuk Cukupi Kebutuhan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Sudimoro, Dukuh Sudimoro, Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, tepatnya di brak pabrik Djarum, tampak sebuah kios dari kayu. Di dalamnya terlihat ratusan pasang sepatu using dan puluhan payung. Di depan kios tersebut, duduk pria renta dengan telaten memperbaiki payung milik pelanggannya. Pria tersebut yakni Sayuti (82) tukang Sol Sepatu dan servis payung.

Di sela memperbaiki payung, pria yang tinggal tidak jauh dari lokasinya mencari nafkah itu sudi berbagi kisah tentang pekerjaannya. Dia mengatakan, mulai jadi tukang servis payung dan sol sepatu sejak 20 tahun yang lalu. Sebenarnya di usia senjanya ini, anak-anaknya menyarankan agar dirinya istirahat dan tak usah bekerja lagi. Namun, karena tak ingin merepotkan mereka, ia memutuskan untuk tetap cari nafkah sendiri.

“Sebenarnya kalau hanya untuk makan saya dan istri, serta rokok saya, anak-anak saya itu siap mencukupi. Tapi ya itu, saya itu nggak mau merepotkan mereka. Saya tetap ingin punya penghasilan sendiri untuk mencukupi kebutuhan saya dan istri saya,” ujar Sayuti kepada Betanews, Sabtu (6/11/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Musim Hujan Datang, Mbah Sayuti Kebanjiran Orderan Servis Payung

Sayuti mengaku punya 10 anak tapi yang dua sudah meninggal. Semua anaknya kini sudah berkeluarga. Selain punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, hasil dari sol sepatu dan sendal serta servis payung itu ditabungnya. Tak jarang malah beberapa kali ia bisa membantu bila satu di antara anaknya membutuhkan dana mendesak.

“Ya hasilnya dikumpulkan. Kami sebagai orangtua itu senang bila bisa membantu anak-anak kami. Kan terkadang pas ada yang butuh uang mendadak dan kami bisa membantu itu suatu kebanggaan sebagai orangtua. Cucu minta jajan, kita juga ada uang,” ungkap pria yang dikaruniai 14 cucu tersebut.

Sebelum menekuni pekejaannya sekarang, lanjutnya, Sayuti dulunya adalah seorang petani dan penjaga pasar desa setempat. Keahlian sol sepatu dan servis payung dldapatkannya secara otodidak. Berawal dari memperbaiki barang pribadinya tersebut di rumah.

Baca juga: Kisah Jatuh Bangun Ulin dari Buruh Pabrik Hingga jadi Juragan Seafood

“Awalnya itu payung dulu. Payung istri saya rusak, terus saya perbaiki dan bisa. Setelah itu ada karyawan pabrik Djarum payungnya rusak dan minta tolong diperbaiki. Dari situ, dari mulut ke mulut sampai sekarang. Untuk yang sol sepatu dan sandal kurang lebihnya juga seperti itu,” ungkapnya.

Dia mengatakan, menerima aneka jasa sol sepatu dan sandal serta payung. Untuk ongkos perbaikan, Sayuti tidak mematok harga yang mahal cukup hanya dengan Rp 10 ribu dijamin payung, sepatu dan sandalnya bisa digunakan lagi.

“Ya setiap hari ada saja orang yang datang, entah itu untuk memperbaiki sepatu, sendal atau pun payung. Saya bersyukur masih diberi jalan rezeki oleh Allah di usia senja saya,” tandas Sayuti.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER