31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Kisah Jatuh Bangun Ulin dari Buruh Pabrik Hingga jadi Juragan Seafood

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang tampak sedang memilih kepiting di sebuah lapak tepi jalan Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Mereka terlihat dilayani oleh seorang pria yang dengan cekatan membungkus kepiting pilihan pembeli itu. Dia adalah Ulin Hanafi (29) pemilik lapak tersebut.

Usai melayani pembeli, Ulin bersedia menjelaskan usaha yang dirintisnya 2012 lalu itu. Menurutnya, ide jualan kepiting itu berawal dari hobi kekasihnya yang suka membeli kepiting di Alun-Alun Demak. Dari situ, ia kemudian mempunyai ide untuk membuka lapak kecil-kecilan di Kudus.

Lapak kepiting di Desa Getas Pajeten yangjadi jujugan pecinta seafood. Foto: Kartika Wulandari

“Dulu tahun 2012 penjual seafood di Kudus tidak ada. Akhirnya dengan modal Rp 2 juta saya mencoba membuka di Kudus. Saat itu saya masih bekerja menjadi karyawan pabrik di Kudus,” katanya, Jumat (29/10/21).

-Advertisement-

Baca juga: Lapak Kepiting di Getas Pejaten yang jadi Jujugan Pecinta Seafood

Awal berjualan, Ulin harus membagi waktunya untuk jualan dan bekerja. Pagi membuka lapak, sore kerja di pabrik. Lalu setelah empat bulan menjalani dua pekerjaan, Ulin pun memilih untuk keluar dan fokus untuk menekuni usaha seafood.

“Awalnya saya jalani dua pekerjaan, sampai saya  jatuh sakit. Karena penghasilan jualan seafood lebih menjanjikan, akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari pabrik,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, lapak seafoodnya itu semakin besar hingga mempunyai lima cabang. Namun, karena ada beberapa karyawan yang curang dan kemudian disusul pandemi, akhirnya ia memilih untuk fokus jualan online, dan hanya membuka satu cabang saja.

“Awalnya berkembang, sampai punya lima cabang. Tapi karena penjualanya malah turun, akhirnya saya pilih jualan melalui online dan menjadi pemasok di beberapa restoran dan pabrik,” ungkap Ulin.

Tak hanya pernah dicurangi karyawan, saat penjualan online, ia pun sering ditipu oleh beberapa pembeli, yang berasal dari luar kota.

“Meski penjualan online menjanjikan, namun saya pernah mengalami kerugian karena ditipu berpuluh-puluh kali. Terakhir saya permah ditipu hingga Rp 300 juta. Barang sudah dikirim tapi tidak dapat uang,” beber dia.

Baca juga: Kisah Ardian yang Dirikan Bandar Seafood untuk Tampung Korban PHK

Meski begitu, Ulin mengatakan, kerugian dalam usaha ia anggap sebagai pelajaran, untuk menjadi bekal ked epannya.

“Kalau rugi, saya anggap sedekah saja sekarang. Dibuat pelajaran untuk ke depannya,” ucap Ulin.

Setelah mengalami jatuh bangun hampir 8 tahun, kini Ulin sukses menjadi pemasok seafood, bahkan dalam sehari ia bisa menjual ratusan kilogram seafood. 

Alhamdulillah sekarang penjualanya semakin luas, bahkan sudah sampai di luar jawa seperti Bali, lalu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER