Kisah Ardian yang Dirikan Bandar Seafood untuk Tampung Korban PHK

BETANEWS.ID, KUDUS – Saat pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020 lalu, pemutusan hubungan kerja (PHK) cukup banyak menimpa para pekerja. Hal itu menggerakkan Ardian Guritno (34) untuk mendirikan usaha kuliner. Tujuannya, untuk menampung teman-temannya yang terkena PHK.

Meski Ardian tidak memiliki pengalaman dalam bidang kuliner, namun baginya bagaimana usaha tersebut bisa memberikan wadah bagi teman-temannya yang terkena PHK. Ia pun kemudian mendirikan Bandar Seafood.

Ardian sedang mengarahkan karyawannya saat berada di ruang dapur. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga : Bandar Seafood, Surganya Pecinta Seafood dengan Aneka Pilihan Saus

-Advertisement-

“Saya sama sekali tidak ada background kuliner, hanya saja, tim saya, teman-teman yang kena PHK memang dulu kerjanya di resto. Ya sudah, akhrinya saya coba memberanikan buka usaha, meski saat itu Covid sedang naik,” ucapnya, Senin (18/10/21).

Karena niatnya membantu teman-temannya yang terkena PHK, Ardian tak mengharapkan keuntungan dari usaha kuliner yang didirikan mulai Mei 2020.

Dia hanya fokus pada tujuan, bagaimana korban PHK yang dipekerjakan tidak menganggur di rumah dan mendapat penghasilan. Sejak buka hingga beberapa bulan, katanya, belum ada keuntungan dari usaha tersebut. Baru sekitar September 2020 bisnisnya mulai ada laba.

Pria asal Semarang itu menjelaskan, sebelum terjun kedalam dunia bisnis kuliner, ia adalah seorang karyawan sebagai manajemen Grab yang sudah bekerja selama 3 tahun.

Selain pernah bekerja, ia juga pernah membuka usaha, seperti menjual jaket almameter, kain batik, menjual minuman coklat, dan Tour &Travel.

“Saya sudah suka usaha sejak SMA, karena memang kedua orang tua saya pedagang, jadi memang ahli saya juga suka usaha. Gak selalu mulus, ada beberapa usaha yang pernah saya lakukan dan rugi. Dulu saya pernah rugi Rp 250 juta saat jualan batik,” ucapnya.

Baca juga : Menikmati Menu Spesial Mix Seafood Beralas Daun Pisang di B’lian Resto

Tetapi Ardian bersyukur, setelah jatuh bangun mencoba usaha, ia pun berhasil melakoni usaha dibidang kuliner dan beberapa usaha lainnya. Di antaranya Lutuna Laundry (laundry), Griya 365 (kost), AG farm (ternak kambing jenis boer), Swalayan Qurban Semarang (penjualan hewan qurban), The Sunan Foodcourt Kudus, AG Production & Event Organizer.

“Alhamdulillah, sekarang sudah berjalan usaha seafoodnya, dan sudah ada rencana untuk buka cabang di Semarang,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER