31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Genjot Vaksinasi, Lansia di Kudus Jadi Sasaran Utama

BETANEWS.ID, KUDUS – Naiknya level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kabupaten Kudus ke level 3, salah satunya disebabkan capaian vaksinasi lansia belum mencapai 50 persen dari total sasaran.

Kendala capaian vaksinasi lansia tersebut, di antaranya Nomor Induk Kependudukan (NIK) para lansia yang tidak aktif. Sehingga membuat mereka tidak bisa divaksin sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada.

Baca juga : Minimalkan Kendala NIK, Vaksinasi Lansia di Kudus Akan Libatkan Disdukcapil

-Advertisement-

Untuk itu, Bupati Kudus HM Hartopo menegaskan, akan menggenjot vaksinasi lansia. Stok vaksin jenis Sinovac yang dimiliki Kudus, katanya, akan disuntikkan ke lansia.

“Untuk ketersediaan vaksin yang kita miliki, kita fokuskan ke lansia. Kita naik level 3 memang karena target lansia kita belum sampai 50 persen. Tadi saya jelaskan, vaksinasi lansia di Kudus memang ada kendala. Di samping target vaksinnya sendiri, tapi juga karena ketersediaan vaksin. Karena lansia harus pakai Sinovac, sedangkan ketersediaan vaksin jenis Sinovac kita terbatas,” jelas Hartopo usai mengikuti rapat koordinasi (rakor) dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara virtual, Senin (11/10/2021).

Untuk itu, dalam rapat tersebut, Hartopo juga meminta dropping vaksin untuk lansia. Sayangnya, provinsi tidak memiliki vaksin jenis Sinovac. Hanya ada jenis Astrazeneca.

“Tadi saya minta ke Pak Gubernur untuk segera dropping vaksin jenis Sinovac di sini (Kudus). Tapi provinsi tidak ada Sinovac, adanya jenis Astrazeneca,” sebutnya.

Dengan ketersediaan vaksin jenis Sinovac yang ada, Hartopo optimis persentase vaksinasi lansia bisa naik. Dengan menghabiskan sekitar 4 ribu vaksin yang tersisa, menjadikan capaian vaksinasi lansia dari 28 persen menjadi 33 persen.

“Kalau ini (stok vaksin) habis, diperkirakan 33 persen. Kalau tidak ada dropping vaksin (Sinovac) lagi, kita berhenti (suntik lansia),” ungkapnya.

Terpisah, Kasi Surveilens dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Aniq Fuad mengatakan, bahwa pada Sabtu (9/10/2021) sudah ada 20.362 lansia di Kudus mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama. Setara 28,6 persen dari total target 71.098 sasaran. Sedangkan dosis kedua baru ada 10.931 orang lansia yang sudah divaksin atau baru 15,4 persen.

Untuk mempercepat proses vaksinasi lansia, pihak DKK berupaya mendekatkan pelayanan di tingkat desa. Menurut Aniq, kader kesehatan setiap desa juga mulai dikumpulkan. Diedukasi guna memberikan pemahaman kepada warganya terkhusus lansia terkait vaksinasi Covid-19.

Baca juga : Laporkan Realisasi Vaksinasi di Kudus, Hartopo Sebut Vaksin Sinovac Akan Segera Habis

“Kita berupaya mendekatkan pelayanan ke desa. Kalau desa masih belum efektif, kita turun ke tingkat RW,” kata Aniq.

Kalau pun sampai di tingkat RW masih belum sempurna, pihak DKK akan datang door to door untuk menyuntikkan vaksin ke lansia. Meski terkesan memaksa, menurut Aniq, ini pilihan terakhir. Sebab, bila di tingkat RW saja belum efektif, berarti kesadaran warga untuk vaksin masih rendah.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER