BETANEWS.ID, KUDUS – Ainul Rohman (37), tampak sedang menggergaji kayu menyesuaikan dengan pola yang ia buat di sebuah toko Jalan Lingkar Utara, tepatnya di sebelah timur SPBU Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Potongan-potongan kayu itu kemudian ia rakit menjadi dekorasi dinding berbentuk hexagonal.
Sembari melakukan pekerjaannya, pria yang akrab disapa Rohman itu bersedia berbagi kisahnya kepada betanews.id. Dia mengatakan, sebelum merintis usaha itu, ia dulunya merupakan pemborong proyek interioran selama kurang lebih satu tahun. Namun, sejak adanya pandemi Covid-19, banyak pesanan yang dibatalkan.
“Sebelum pandemi ada pesanan banyak. Tapi karena ada pandemi, pesanan dari beberapa perusahaan banyak yang dicancel. Karena tak punya penghasilan, kemudian saya berfikir dan mencari solusi dan akhirnya mulai merintis usaha ini dari nol,” beber Rohman, Senin (13/9/2021).
Baca juga: Harga Murah dan Berkualitas, Toko Dekorasi Kayu Ini Pelanggannya dari Berbagai Daerah
Alasan utama ia merintis usaha ini, karena dari awal ia sudah menekuni dunia pertukangan kayu dan furnitur. Saat masih duduk di bangku kuliah, katanya, sembari melakukan kegiatan belajar di kampus, ia juga nyambi mengambil job drawing furniture. Sampai ia lulus, ia ditarik salah satu perusahaan di bidang furnitur di Semarang. Dengan pengalaman dan kerja kerasnya, pada 2019, ia dipercayai sebagai pemborong jasa pembuatan interior dari beberapa perusahaan.
“Yang saya lakukan ini, pertama saya dari keluarga yang kurang mampu dan hasilnya untuk keperluan sehari-hari di Semarang. Kedua saya menyukai bidang ini, karena basic saya adalah seni,” tuturnya.
Pada akhirnya, ia merintis usaha Woods Craft karena pandemi. Bahkan kini, usahanya itu dilirik pelanggan luar daerah seperti Gresik, Bogor, dan Lamongan. Sebelum seperti sekarang, ia dulunya menggarap pesanan orang-orang dari rumah. Namun karena tidak enak dengan tetangga lantaran kerjannya itu bising, ia kemudian berpikir untuk mencari tempat usaha.
“Kemudian ada teman yang mempunyai tempat kosong dan menawarkan tempat ini kepada saya. Pas kebetulan saya butuh, ya saya ambil,” beber dia.
Baca juga: Kisah Denny, Pelatih Marching Band yang Kini Tekuni Bisnis Souvenir Pernikahan
Dia mengatakan, di usahanya itu, ia melayani pesanan pembuatan woods craft seperti, design interior, kitchen set, wardrobe, HPL multiplex, furnitur modern, mebel solid, repainted (cat ulang), wooden craft, wallpaper premium, dan lain sebagainya.
“Kalau untuk harga mulai dari Rp 80 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung dari jenis model dan bahan sesuai pesanan. Sementara kalau di sini yang paling banyak dipesan oleh pembeli adalah, bingkai foto, tak mainan, dan juga segi enam,” tandas Rohman.
Editor: Ahmad Muhlisin

