BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus menggelar Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Kretek di Hotel @hom, Senin (13/9/2021).
Pada kesempatan tersebut, hadir beberapa narasumber, yaitu Djoko N Witjaksono, Kepala Museum Ranggawarsita Jawa Tengah, Laela Nurhayati Dewi, Kasi Pelestarian Museum Ranggawarsita dan Yudhi Ernawan, Keluarga M Nitisemito.
Baca juga : Nitisemito, Raja Kretek dari Kudus, Orang Terkaya di Zaman Belanda (1/5)
Sedangkan, untuk peserta seminar, di antaranya dari perwakilan perguruan tinggi di Kudus, Asosiasi Pariwisata, pengelola objek wisata, pengelola desa wisata, komunitas sejarah/budaya dan pemerhati budaya di Kudus.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Mutrikah menyampaikan, kegiatan tersebut, merupakan bagian dari upaya Museum Kretek dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait hasil kajian koleksi museum, khususnya barang-barang milik M Nitisemito.
Ia mengatakan, museum memiliki 3 fungsi, yaitu konservasi, edukasi dan informasi. Selaim itu, ada pula fungsi museum sebagaimana yang disampaikan oleh International Council of Museum (ICOUM) yang memiliki 9 fungsi.
“Museum juga merupakan lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, dengan sifat terbuka dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan,” ungkapnya.
Kemudian, dalam kajian ini, ia berharap museum bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya untuk generasi yang sedang mengembangkan pengetahuan, tentang kearifan lokal yang dimiliki kudus.
“Dalam seminar ini saya sampaikan agar museum bisa lebih bermanfaat untuk pendidikan dan sebagai wadah untuk melestarikan kebudayaan, yang dimiliki Kudus, dan secara luas dapat dipahami dan diketahui masyarakat,” jelasnya.
Baca juga : Promosi Rokok Nitisemito Lampaui Zaman, Sebar Brosur Pakai Pesawat Foker (4/5)
Ia juga menjelaskan, Museum Kretek juga merupakan satu-satunya potensi di dunia, yang tidak dimiliki daerah lain. Kemudian, dalam kajian tersebut, Museum Kretek mengkaji 15 koleksi milik M Nitisemito.
“Beberapa koleksi milik Nitisemito itu, di antaranya yaitu buku administrasi, aset dari Nitisemito yang diserahkan kepada kita untuk bisa dimanfaatkan oleh generasi seterusnya,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

