BETANEWS.ID, DEMAK – Di sebuah rumah masuk Desa Turi Tempel, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, terlihat seorang pria sedang merangkai butir-butir kayu yang dilubangi dengan benang menjadi tasbih. Setelah diikat kencang dan dirtapikan dengan morek api, tasbih yang sudah jadi itu kemudian dikumpulkan bersama puluhan tasbih lain yang sudah jadi. Dia adalah Muhammad Nurul Huda (22) owner ragil_store, aksesoris dari kayu kokka.
Di sela-sela beraktivitas, pria yang sering disapa Huda itu bersedia menceritakan usaha aksesoris dari kayu kokka miliknya. Di tempatnay itu, ia menjual cincin, gelang, kalung, tasbih, dan pipa rokok. Ia juga mengatakan pembeli dapat memesan sesuai keinginan mulai dari ukuran, model, bahkan dapat diukir namanya.

“Jualan saya mulai dari cincin, gelang, kalung, tasbih hingga pipa rokok, pembeli bisa banget memesan sesuai dengan keinginan,” ungkap huda Rabu (25/08/2021).
Baca juga: Banyak Diminati, Arif Sering Kewalahan Penuhi Pesanan Ratusan Ukiran Bali Tiap Pekan
Untuk harga aksesoris, Huda membanderol mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu sesuai dengan jenis aksesoris yang dipesan. Huda menceritakan jika pembeli aksesorisnya sudah sampai ke luar kota bahkan ada yang dari Sumatra.
“Alhamdulillah pembelinya sudah dari luar kota bahkan kemarin ada yang dari Sumatra,” ungkapnya.
Huda juga menceritakan, sebelum punyua usaha sendiri, ia dulunya menjadi reseller produk serupa. Setelah melihat peluang bisnisnya yang cukup besar, ia memutuskan untuk membuat sendiri. Malahan, saat ini ia sudah mempunyai beberapa reseller.
“Dulunya saya reseller, melihat peminatnya banyak saya akhirnya membuat sendiri,” tuturnya.
Baca juga: Miniatur Kapal Buatan Eko Ini Detail Banget, Pelanggannya Berbagai Perusahaan Ternama
Dalam pemasarannya, saat ini ia hanya menggunakan media sosial miliknya. Ia berharap untuk beberapa bulan ke depan bisa mendirikan toko agar pembeli nyaman memilih-milih barang.
“Untuk penjualan saya hanya menggunakan media sosial. Bisa juga lewat nomor whatsApp saya di 0821 3469 0732,” tandas Huda.
Penulis: Ifani Nurul Khikmah Peminat (Mahasiswa Magang IAIN Salatiga)
Editor: Ahmad Muhlisin

