BETANEWS.ID, KUDUS – Arif Raharjo (37) tampak sedang mengukir sebuah balok kayu dengan alat pahat. Tangan terampilnya itu meliuk-liuk mengikuti pola yang telah ia gambar sebelumnya. Sesekali, ia terlihat bercengkerama dengan seorang pemuda yang berada tidak jauh darinya.
Di tempat kerja yang berada di Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu, Arif fokus mengerjakan ukiran ornamen Bali. Hal itu terlihat dari berbagai ukiran jadi maupun setengah jadi yang berada di sana.

Menurut Arif, ornamen itu kebanyakan pesanan dari Pulau Dewata. Pesanan itu terus mengalir sejak ia masih kerja di sana dan berlanjut sampai ia bermukim di Kota Kretek.
Baca juga: Heru Sulap Limbah Kayu Jati Jadi Ukir Wajah 3D yang Bernilai Jual Tinggi
“Ya kadang permintaan melonjak sampai kewalahan. Soalnya bahan terbatas dan pekerjanya sedikit. Dalam satu sampai dua minggu baru kirim ke Bali. Sekali kirim kurang lebih sampai 400 lis atau ornamen bali,” bebernya, Kamis (5/8/2021).
Selain bahan baku yang sulit dicari, Arif juga kesulitan modal. Karena menurutnya, modal yang dibutuhkan untuk bisnis ukir itu sangat besar. Namun, hal ini tidak menjadi halangan bagi Arif dalam mengembangkan dan memperluas usahanya.
“Ke depan daya ingin memiliki mebel sendiri, dan juga ingin mempunyai galeri karya ukir kayu ini,” katanya.
Baca juga: Terkenal Awet Serta Mewah, Batu Paras Ukir Makin Berkibar
Arif menceritakan, ia mulai membuat ukir ini sejak 2018 dengan nama Dipta Karya Ukir Kayu. Dalam usahanya itu, ia memperkerjakan anak muda Desa Kedungsari. Ia menilai, anak muda lebih mudah untuk mempelajari karya ukir ini.
“Bagi saya anak muda lebih mudah diajari karya ini karena lebih tanggap dalam mempelajari karya ini,” tandasnya.
Penulis: Faris Azhari (Mahasiswa magang IAIN Salatiga)
Editor: Ahmad Muhlisin

