31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Gibran Bolehkan Mahasiswa Luar Daerah Masuk Solo Asal Sudah Vaksin Dosis Kedua

BETANEWS.ID, Solo – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan perkuliahan tatap muka (PTM) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (8/9/2021) Didampingi oleh Rektor UNS Jamal Wiwoko, Gibran menilik tiga fakultas, yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, serta Fakuktas Ekonomi dan Bisnis.

Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tatap muka di UNS adalah mereka yang berdomisili di wilayah sekitar Solo dan yang tidak mudik selama PPKM. Selain itu, mereka juga sudah divaksin.

Saat keliling ke tiga fakultas itu, Gibran juga menyempatkan diri untuk menyapa para mahasiswa dan dosen. Ia menanyakan kabar mereka dan proses PTM yang dilakukan di UNS.

-Advertisement-

Baca juga: UNS Mulai Gelar Kuliah Tatap Muka, Ruang Kelas Diisi Maksimal 30 Persen

Soal mahasiswa luar daerah, Gibran meminta agar mereka menyelesaikan vaksinasi hingga dosis kedua sebelum balik ke Solo. Tujuannya, agar jika PTM UNS sudah dibuka secara bertahap dan level PPKM di Solo sudah turun ke level 2 atau 1, mereka dapat langsung datang ke Solo.

“Saya lihat yang onlline banyak yang dari luar kota dan luar Jawa. Kebanyakan (mereka) sudah divaksin tapi baru dosis satu. Ya ini kami sarankan untuk segera mengejar dosis kedua agar bisa ke Solo untuk kuliah,” tutur Gibran.

Menurut Gibran, mahasiswa dari luar kota yang mengikuti perkuliahan secara daring sangat bersemangat untuk segera bisa mengikuti PTM. Makanya ia berharap, ketika kampus dibuka maka roda perekonomian di sekitarnya akan berputar kembali.

“Terutama di UNS karena di sini ada lebih dari 40 ribu mahasiswa. Tentunya sangat berpengaruh pada roda perekonokian di sekitar kampus ini. Yang punya kos-kosan, laundry, fotokopi, rumah makan. Saya sudah tidak sabar untuk segera membuka semua tempat biar kegiatan ekonomi bisa berlangsung,” tambah Gibran.

Baca juga: Banyak Orangtua di Solo Belum Izinkan Anaknya Ikuti PTM

Di sisi lain, Rektor UNS Jamal Wiwoko mengaku sudah menanti-nanti PTM ini selama hampir dua tahun. Pihaknya juga akan segera menggunakan aplikasi Peduli Lindungi di lingkungan kampus.

“Sebetulnya kami di kampus ini sudah divaksin. Jadi kartu vaksin ini sebagai pengganti dulu. Tapi dalam waktu yang tidak lama nanti akan kami hubungkan ke aplikasi PeduliLindungi,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pihak UNS juga selalu mengadakan evaluasi setiap hari. Setelah berjalan tiga hari, pihaknya juga belum menemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan di lingkungan kampus.

“Sampai sekarang tidak ada laporan tentang itu (pelanggaran prokes), nanti akan kita tambah fakultas yang masuk. Kita berharap semester depan bisa masuk 100 persen semua fakultas bisa melaksanakan PTM,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER