Meski Sudah Dilonggarkan, Pelaku Wisata di Kota Lama Masih Kesulitan Jualan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Tempat wisata di Kota Semarang sudah mulai buka sejak status Kota Semarang turun ke level 2. Namun, meski sudah bisa menrima pengunjung, beberapa pelaku wisata belum merasakan dampaknya.

Penjual barang antik di Kota Lama, Siti mengaku sampai saat ini pembeli di tempatnya masih sepi. Jika dia bandingkan, penjualannya masih berkurang 70 persen.

“Kalau dulu kan ramai, sekarang sepi berkurang 70 persen,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (4/9/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Kembang Kempis Pendapatan Pemijat Tunanetra di Semarang Selama Pandemi

Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, dia terpaksa berhutang karena pembeli benar-benar sepi. Sampai saat ini, bisnisnya belum bisa diandalkan untuk mencukupi kebutuhan hidup.

“Cari uang untuk bensin aja susah, sejak PPKM tak bisa buka akhirnya berhutang,” ucapnya.

Di lapaknya itu, dia menjual barang-barang antik mulai tahun 1980-an, seperti guci hingga foto dan barang-barang lawas lainnya. Barang yang ia jajakan harganya mulai Rp 300 ribu hingga jutaan tergantung umur barang tersebut.

“Kalau yang paling mahal itu guci keramik dari China harganya Rp 3 juta,” paparnya.

Baca juga: Bioskop di Semarang Kembali Dibuka dengan Kapasitas Penonton 30 Persen

Sementara itu, penjualan barang antik lain, Sinta juga mengeluhkan hal yang sama. Selama pandemi ekonominya tak stabil karena pemasukan sangat berkurang. “Saya 2 tahun ekonominya goncang,” keluhnya.

Untuk itu, dia berharap kondisinya kan kembali normal. Meski sampai saat ini pemebeli di toko miliknya masih sepi. Setidaknya harapan itu yang saat ini bisa diandalkan. “Harapan kami ya lancar kembali,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER