Kegiatan Padat Karya Tunai di 32 Titik di Desa Mlati Lor Kudus Rampung

BETANEWS.ID, KUDUS – Kegiatan Padat Karya Tunai (PKT) atau Cash for Work (CFW) di Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, telah selesai. Setidaknya, ada 32 titik yang menjadi sasaran kegiatan yang menggunakan dana bantuan dari Provinsi Jateng sebanyak Rp 300 juta tersebut.

Kepala Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tunas Melati Desa Mlati Lor Arief Subkan mengatakan, kegiatan PKT tersebut, merupakan implementasi dari Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Menurutnya, untuk pengerjaan kegiatan tersebut, sudah dimulai sejak sejak akhir Mei 2021 lalu dan dijadawalkan selesai dalam waktu tiga bulan. Ia menyebut, kegiatan ini juga sempat mundur selama tiga pekan, karena kasus Covid-19 di Mlati Lor pernah tinggi, hingga menjadi zona merah.

-Advertisement-

Baca juga : Melihat Keseruan Difabel di Kudus Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI

Pihaknya juga menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah suatu upaya dari pemerintah untuk memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya yang terdampak pandemi Covid-19.

“Mereka yang pekerjaannya terkendala karena covid, kita reckrut. Totalnya ada 58 orang dari seluruh desa di 5 RW. 2 di antaranya perempuan dan sisanya laki-laki. Setiap harinya, mereka juga dibayar sebesar Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu,” katanya di Balai Desa Mlati Lor, Sabtu (28/8/2021).

Menurutnya, untuk jenis kegiatan padat karya tunai beragam. Mulai dari perbaikan jalan hingga membersihkan saluran air atau selokan.

“Yang dulu mampet dan belum tersentuh normalisasi bisa diperbaiki. Diharapkan saat hujan, air bisa mengalir normal dan tidak bau. Jalan yang dulunya rusak, bisa dilewati lancar,” terangnya.

Sementara, Kepala Desa Mlati Lor Zainal Abidin mengungkapkan, kegiatan ini merupakan upaya desa yang mengajukan kepada pemerintah provinsi agar bisa mendapatkan pendampingan dan bantuan terkait program padat karya tunai. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Harapannya, kegiatan ini bisa terus berlanjut dengan interval 5 atau 10 tahunan. Kegiatan ini sangat berguna. Masyarakat yang tidak tersentuh bantuan dari pemdes, bisa terbantu dengan kegiatan ini,” ucapnya.

Sementara itu, Naili Huda, Fasilitator Kotaku di Kudus mengatakan, bahwa untuk kriteria menjadi penerima bantuan padat karya tunai bermacam-macam. Namun secara pasti, kegiatan CFW ada untuk membantu wilayah yang terdampak pandemi Covid-19.

Di Kudus sendiri, Naili mengatakan, ada 10 wilayah yang mendapatkan bantuan CFW. Di antaranya yaitu, Desa Mlati Lor, Mlati Norowito, Kirig, Kaliwungu, Sidorekso, Mijen, Demangan, Langgar Dalem, dan Purwosari.

Baca juga : Gegara Awalnya Banyak yang Enggan Buat, 9.362 Petani Kudus Kini Belum Miliki Kartu Tani

“Untuk kriterianya tidak diberitahukan secara pasti. Tapi dari yang dilihat dari daftar, salah satu alasannya karena mereka pernah menjadi zona merah penyebaran virus Covid-19. Lainnya memang banyak, kita tidak mengajukan, semua penilain ada dari sana (provinsi),” jelasnya.

Untuk selanjutnya, pihaknya berharap, hasil dari kegiatan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Yang sebelumnya ada wilayah yang kumuh, bisa menjadi lebih bersih dan tidak kumuh lagi. Sedangkan yang sebelumnya memang bersih, bisa dicegah agar tidak kumuh.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER