BETANEWS.ID, KUDUS – Jembatan sesek terbuat dari bambu dengan alas kayu tampak membentang di atas Sungai Wulan. Jembatan sederhana sepanjang sekitar 18 meter dengan lebar sekitar satu meter itu, merupakan penghubung dua daerah, yakni Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak.
Berbeda dengan Jembatan Tanggulangin yang permanen, jembatan sesek itu dibangun saat musim kemarau. Tepatnya saat air sungai sedang surut. Sedangkan saat air sungai pasang, jembatan sesek itu dibongkar dan alat penyeberangan diganti menggunakan perahu eretan.
“Jembatan sesek itu dibangun musiman, saat musim kemarau saja. Kalau musim hujan dan air sungai penuh, penyeberangan menggunakan perahu,” ujar Suwarno (32) penjaga jembatan sesek kepada Betanews.id, Selasa (24/8/2021).

Baca juga : Kisah Nursidi dan Sujadi, Puluhan Tahun Gantungkan Hidup pada Perahu Eretan di Sungai Wulan
Terlihat beberapa pengendara motor plat K dan H silih berganti melintasi jembatan sesek tersebut. Jika ada motor yang sudah melintas di jembatan, maka pengendara dari arah lain pun menunggu dulu di tepi sungai. Sebab dengan lebar hanya satu meter jembatan terbuat dari bambu itu tidak bisa untuk berpapasan.
Para pengendara motor itu pun tampak hati-hati saat melintas di atas jembatan. Sebab jembatan tidak ada dinding pembatas sebagai pengaman agar tak tercebur ke Sungai Wulan. Sedangkan air di sungai tersebut tampak hitam pekat dengan bau yang lumayan menyengat.
Setiap ada pengendara melintas, suara kreket-kreket pun jadi pengiring perjalanan mereka. Tak jauh dari jembatan tersebut, tepatnya di tepi sungai bagian utara atau wilayah Kabupaten Kudus terlihat bangunan gubuk. Itulah tempat Suwarno menarik ongkos para penyeberang.
Tampak setiap orang yang akan atau pun sudah menyeberangi sungai berhenti di gubuk dan memberikan ongkos penyeberangan kepada Suwarno.
“Untuk ongkos penyeberangan itu sama dengan ongkos naik perahu, yakni Rp 2 ribu pulang pergi,” jelas pria warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Jembatan sesek tersebut, kata Suwarno, berada di atas Sungai Wulan, yang berada di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, untuk wilayah Kudus, sedangkan di bagian seberangnya ikut wilayah Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.
Baca juga : Biar Cepat Sampai Tempat Kerja, Noviatun Pilih Seberangi Sungai Wulan dengan Perahu Eretan
“Jembatan sesek itu dibangun per orangan. Antara seorang warga Desa Setrokalangan dan orang warga Desa Kedungwaru, berinisiatif untuk membuat penyeberangan di Sungai Wulan,” ungkapnya.
Dia menuturkan, alat penyeberangan berupa jembatan atau perahu eretan di Sungai Wulan itu sudah lama. Dia pun mengira sudah ada sejak belasan tahun yang lalu. Jembatan sesek ini berjarak sekitar tujuh kilometer dari pusat kota, Kabupaten Kudus.
“Jarak tempuh menggunakan sepeda motor palingan memakan waktu sekitar 15 menit. Jembatan sesek ini hanya untuk pengendara sepeda motor dan pejalan kaki, mobil tidak bisa melintas,” ujarnya Suwarno.
Editor : Kholistiono

