BETANEWS.ID,SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk kelompok rentan di Puskesmas Ngoresan, Kecamatan Jebres, Jumat (27/8/2021).
Gibran tampak ikut mendampingi sejumlah peserta vaksinasi kelompok rentan yang sudah berusia lanjut, untuk mendapatkan suntikan vaksin Sinovac tersebut.
Gibran mengatakan, vaksinasi yang dilakukan pada hari ini, untuk menyasar kelompok rentan, seperti penderita diabetes melitus dan hipertensi. Ia pun menjamin kegiatan vaksinasi kepada kelompok rentan dilakukan dengan aman.
Baca juga : Targetkan Vaksinasi Solo Selesai Akhir Agustus, Gibran: ‘Vaksin Kita Melimpah’
“Aman semua kok, tadi ada yang lansia, ada yang masih kontrol rutin, tadi juga ada yang bawa insulin. Aman semua, tidak usah takut. Vaksin yang dipakai Sinovac,” ucapnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang mengupayakan untuk percepatan vaksin bagi ibu hamil, ibu menyusui serta anak-anak sekolah usia 12 sampai 18 tahun. Gibran menambahkan, saat ini capaian vaksinasi di Kota Solo sudah mencapai 83 persen.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Solo, Siti Wahyuningsih menjelaskan, bahwa tingkat kematian saat ini didominasi oleh kelompok yang mempunyai penyakit berisiko, seperti diabetes melitus dan hipertensi. Sehingga, kelompok tersebut lebih diutamakan untuk melindungi mereka.
“Kelompok rentan itu, berdasarkan hasil evaluasi jumlah penyumbang komorbid yang meninggal terpapar Covid itu tinggi. Angka pastinya sekitar 50 persen dari angka kematian. Sehingga kita lebih proaktif untuk melindunginya,” ujar dia.
Untuk menyasar kelompok rentan tersebut, lanjut dia, Dinas Kesehatan Solo melakukan jejaring program BPJS Kesehatan yang namanya Prolanis. Yakni pengelolaan penyakit kronis, sehingga program tersebut menyambung dengan sasaran kelompok rentan yang menjadi sasaran kegiatan vaksinasi Covid-19. Saat ini, jumlah peserta dari kelompok rentan yang mengikuti vaksinasi perdana ini sekitar 150 orang.
“Jadi mereka-mereka yang berobat rutin terhadap sakitnya atau belum rutin tapi tidak terdetek BPJS, kita tarik untuk segera vaksinasi untuk memberikan perlindungan kepada mereka,” katanya.
Sedangkan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Yessi Kumalasari menambahkan, bahwa penderita hipetensi dan diabetes melitus itu merupakan kelompok rentan dengan risiko tinggi untuk terpapar Covid.
Berdasarkan data peserta yang terdaftar dalam program Prolanis JKN-KIS itu ternyata banyak dari kelompok tersebut yang belum divaksin.
Baca juga : Ibu Hamil di Solo Bisa Ikut Vaksinasi di Semua Puskesmas, Ini Syaratnya
Oleh sebab itu, pihaknya secara proaktif mengajak puskesmas, dokter perseorangan maupun klinik untuk peserta program Prolanis maupun yang sudah terdeteksi hiprtensi dan diabetes melitus disisir dan digerakkan untuk segera dilaksanakan vaksinasi.
“Kondisi terakhir, peserta Prolanis JKN-KIS di Surakarta yang belum mengikuti vaksinasi itu mencapai 9.300 peserta. Mereka itu merupakan penderita hipertensi, diabetes melitus dan prolanis yang belum mendapatkan vaksinasi. Jadi, berdasarkan sumber data itu dilakukan penyisiran, supaya kelompok rentan itu ikut dalam percepatan gerakan vaksinasi dari DKK,” katanya.
Editor : Kholistiono

