BETANEWS.ID, SEMARANG – Kota Semarang, selain menjadi Ibu Kota Jawa Tengah, juga dikenal sebagai kota yang meninggalkan banyak sejarah. Kota yang sering disebut sebagai Kota Lumpia itu, juga kaya dengan ragam kuliner hingga menjadi pusat industri, salah satunya adalah kopi.
Kawasan Pecinan di Jalan Wotgandul 12 Kota Semarang terdapat sebuah pabrik kopi yang legendaris bernama Koffie Branderij Margo Redjo. Kopi tersebut juga dikenal dengan nama Eerste Bandoengsche Electrische Koffiebranderij Margo-Redjo.
Baca jgua : Menengok Rumah Mantan Orang Terkaya se-Asia Tenggara di Semarang yang Kini Tak Terawat
Kopi Margo Redjo didirikan oleh Tan Tiong Ie pada tahun 1916. Margo Redjo sendiri, merupakan produk kopi yang dikelola secara turun-temurun. Saat ini, industri tersebut dikelola Widayat Basuki Dharmowiyono yang merupakan generasi ketiga dari Tan Tiong Ie.
“Kopi ini malah bukan didirikan di Semarang, tapi di Bandung. Setelah dari Bandung baru ke Semarang,” kata Widayat Basuki Dharmowiyono saat ditemui di rumahnya, Senin (23/8/2021).
Selain menjadi produsen kopi pertama dan terbesar di Semarang, pemilik pabrik kopi Margo Redjo Tan Tiong Ie di era kolonial juga bukan sembarang orang. Seperti yang termaktub di buku Orang-Orang Tionghoa (1935) Tan Tiong Ie bahkan masuk dalam daftar crazy rich di Jawa.
“’Margo’ itu jalan. ‘Redjo’ itu kemakmuran. Maksudnya mungkin Jalan Kemakmuran,” terangnya.
Setelah pindah dari Kota Kembang, perusahaan kopi Tan Tiong Ie ternyata tambah besar. Di Semarang adalah puncak kejayaan produk kopi Margo Redjo. Bahkan, Basuki menganggap, Semarang adalah jalan kemakmuran Tan Tiong Ie.
“Di Semarang, rezeki Tan Tiong Ie ternyata bermekaran. Produk kopi Margo Redjo laris,”katanya.
Karena laris tadi, Tan akhirnya juga meningkatkan produksi. Bahkan dia harus menambah pegawai. Halaman belakang rumahnya pun sesak oleh aktivitas pegawai pabrik. Kunci sukses larisnya usaha kopi dari Tan ini, juga karena strategi yang jitu.
“Dulu sini itu, paling besar di Kota Semarang pabriknya,” katanya sembari memperlihatkan proses penggilingan kopi di pabriknya.
Pabrik Kopi Margo Redjo pernah berjaya pada 1930-an. Industri kopi milik Tan mempunyai berapa produk yang berbeda seperti Tjap Grobak Idjo, Tjap Margo Redjo, Tjap Pisau, Tjap Orang-Matjoel, Koffie Santoso, Koffie Mirama dan Koffie Sari Roso.
Baca juga : Mengenal Mbah Tomo, Penjual Kopi Legendaris Asal Kota Semarang
“Dulu ambil kopinya itu dari daerah Banaran,” ucapnya.
Produk Kopi Margo Redjo kala itu, didistribusikan ke berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil. Selain itu, kopi ini juga diekspor ke negara tetangga, Singapura.
“Dalam setahun, ekspor Margo Redjo mencapai satu juta kilogram kopi,” ucapnya.
Editor : Kholistiono

