BETANEWS.ID, SOLO – SMK Batik 2 Solo yang rencananya akan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada hari ini, Senin (23/8/2021), resmi dibatalkan. Sebelumya, SMK tersebut mengeluarkan surat edaran pada 18 Agustus lalu, bahwa akan melaksanakan PTM.
Kabar PTM tersebut terdengar oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Menanggapi hal tersebut, Gibran memberikan sinyal pelarangan, dengan menginapkan mobil dinasnya di depan SMK Batik 2 Solo tersebut.
Baca juga : Gibran Parkirkan Mobil Dinasnya di Depan SMK Batik 2 yang Sempat Mau Gelar PTM
Salah satu guru SMK Batik 2 Solo, Erwin mengatakan, bahwa PTM yang telah direncanakan, akhirnya dibatalkan. Dirinya menjelaskan, bahwa surat edaran pembatalan tersebut sudah dikirimkan ke orang tua siswa, Sabtu (21/8/2021) malam melalui grup WhatsApp wali murid.
“Pokoknya, intinya ini sudah dibatalkan, surat sudah beredar. Intinya dibatalkan tidak ada tatap muka. Memang dari awal tidak ada tatap muka, baru rencana, terus kita batalkan,” ujarnya.
Dirinya menyampaikan, bahwa hanya bisa memberikan informasi sebatas itu saja. Untuk lebih lengkap, dirinya mengatakan, bahwa hal tersebut merupakan wewenang kepala sekolah.
Namun, hingga saat ini, Kepala SMK Batik 2 Solo belum bisa ditemui serta dimintai keterangan.
Sementara itu, salah satu wali murid, Ning (57) yang hendak membayarkan SPP anaknya, harus menunda, karena sekolahan ditutup total. Dirinya mengaku, sebelumnya mendapatkan pemberitahuan akan dilaksanakannya PTM, namun selanjutnya disusul dengan surat pembatalan.
“Ya, tapi nggak jadi, dibatalkan karena nggak boleh Mas Gibran gitu. Sebenerya mau 2 minggu sekali gitu, tapi tidak jadi, dibatalkan,” ungkapnya.
Orang tua siswa jurusan Teknik Kelola Perkantoran (TKP) tersebut mengungkapkan, bahwa pembelajaran secara daring bagi siswa SMK dirasa tidak optimal.
“Ya sulit, nggak seperti tatap muka. Tapi gimana, wong baru pandemi gini. Kemarin di grup WA, kalau PTM jadi, harus pakai masker, hand sanitizer, bawa makan sendiri, dan tidak boleh sentuhan. Udah dikasih tau itu,” paparnya.
Ning mengaku cukup setuju jika PTM bakal dilaksanakan. Dirinya mengungkapkan, bahwa anaknya sudah tahun kedua ini melakukan pembelajaran secara daring.
Baca juga : SMK Batik 2 Surakarta Akhirnya Batalkan Pelaksanaan PTM
“Ya gimana ya, setuju-setuju aja lah, kan bagaimana maksute yo, bagaimana baiknya gitu lho. Anak saya nggak ada tatap muka itu, sekolahnya ya kurang optimal, tapi ya gimana gitu, wong kondisihya seperti ini,” tuturnya.
Ning menambahkan, bahwa selama ini, anaknya tetap mendapatkan bimbingan dari sekolah secara daring atau online. Selain pembelajaran, Ning juga mengatakan, pembayaran uang SPP juga dilayani dengan sistem online.
Editor : Kholistiono

