BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan mempersiapkan skema pembelajaran tatap muka (PTM), menyusul status Kota Semarang yang turun level 3 di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) periode 18-23 Agustus.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan, dengan status level 3 tersebut, ada kemungkinan bisa dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi secara teknis dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Nantinya, bagi sekolah yang ingin melakukan PTM harus ada izin tertulis dari Disdik Kota Semarang.
“Kabar baik penurunan level, baru keluar tadi malam. Nanti kalau ada beberapa sekolah yang membuka PTM, harus ada izin tertulis dari Disdik. Pasti ada teknis khusus dari dinas pendidikan, ” jelasnya, Kamis (19/8/2021).
Baca juga: Pekan Depan, Rencananya Kudus Sudah Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka
Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri akan menindaklanjuti wacana Wali Kota Semarang mengenai rencana diizinkannya pembelajaran tatap muka (PTM).
Pihaknya akan melakukan rapat bersama dengan berbagai stakeholder terkait pembahasan skema PTM di Kota Semarang. Dia mengklaim, sekolah negeri dan swasta di Semarang sudah siap melaksanakan PTM secara terbatas.
“Sebenarnya, sekolah negeri maupun swasta sudah siap melaksanakan PTM secara terbatas,” ungkapnya.
Baca juga: Tempat Wisata, Hiburan dan Olah Raga di Kota Semarang Sudah Boleh Buka dengan Syarat
Kendati demikian, sekolah swasta jika ingin menggelar pembelajaran tatap muka terbatas harus izin kepada Dinas Pendidikan Kota Semarang. Ini dimaskudkan agar bisa dilakukan pemantauan terkait persiapan PTM secara terbatas.
“Cuma kalau swasta harus izin kepada kami. Agar bisa dipantau dan apakah sudah siap melakukan PTM secara terbatas. Jika sudah siap, pasti kami izinkan,” imbuhnya.
Gunawan menjelaskan, teknis yang akan dilakukan sekolah mengenai PTM terbatas, misalnya pembelajaran sehari bisa dilaksanakan 4 jam pelajaran. Artinya, kata dia, setiap pelajaran bisa dilaksanakan sampai dua jam.
“Prinsipnya tatap muka terbatas. Misalnya sehari ada 4 jam pelajaran, maka setiap dua jam dilakukan pembelajaran. Kemudian ruangan pembelajaran kapasitas 50 persen, ” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

