31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Sempol Khas Malang Ini Ramai Diburu Pembeli, Empat Jam Ludes

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi jalan kawasan GOR Kudus atau tepatnya depan Taman Krida dua orang sedang menunggu pesanan jajanan sempol yang sedang digoreng di gerobak motor. Sedangkan sang penjual, yakni Sofil Fuad (44), tampak cekatan menggoreng sempol yang dipesan tersebut.

Seusai melayani pembeli, pria yang akrab disapa Sofil itu bersedia berbagi informasi tentang usaha sempol khas Malang tersebut. Menurutnya, ia sudah 8 bulan terakhir berjualan di Kudus. Sebelumnya, ia berjualan sempol di Malang selama 12 tahun.

Di Kudus, menurutnya peminat sempol khas Malang lumayan ramai. Menurutnya, dalam waktu empat hingga lima jam, biasanya dagangannya sudah habis diburu pembeli.

-Advertisement-
Sofil biasanya menjajakan sempol khas Malang di depan Taman Krida Kudus. Foto: Kaerul Umam.

Baca juga : Monde Mini Mami, Molen dan Onde-onde Mini Pinggir Jalan Ini Laris Banget

“Alhamdulillah, biasanya saya jualan mulai pukul 10.00 WIB, dan biasanya pukul 14.00 dagangan sudah habis. Kebanyakan pembeli itu pada kecewa. Kecewanya itu, karena barang sudah habis dan tidak bisa membeli sempol banyak,” bebernya kepada betanews.id, Kamis (1/7/2021).

Ia menyebutkan, meski masa pandemi mengalami penurunan penjualan. Namun, ia masih bisa menjual 500 tusuk sempol dan telur gulung setiap harinya untuk hari biasa. Sedangkan di hari libur (Minggu) ia menyediakan seribu tusuk sempol dan ludes terjual.

“Sebelum pandemi, penjualan sempol ini bisa terjual 700 hingga 800 tusuk per hari. Lantaran pandemi, penjualan menurun. Tapi, Alhamdulillah pembeli kebanyakan loyal membeli sempol di sini, karena sempol ini menggunakan telur asli tanpa campuran,” katanya saat ditemui berjualan di pinggir jalan.

Untuk harga, sempol dan telur gulung yang ia jual itu dihargai per tusuknya Rp 1 ribu saja. Menurutnya, sempol yang ia jual dengan sempolan pada umumnya, memiliki beberapa perbedaan.

“Perbedaannya itu, sempol ini bentuknya saya buat ulir, tusuknya panjang. Jika biasanya penggorengan menggunakan wajan, ini saya pakai panci. Kemudian, jika pada umumnya di Kudus ini bernama sempolan, kalau ini hanya sempol. Karena sempol ini merupakan jajanan pertama kali ya di Malang,” papar bapak dua anak tersebut.

Beberapa pembeli mengungkapkan, bahwa sempol yang dijual oleh Sofil itu enak dan harga sangat terjangkau. Hal tersebut membuat para pembeli datang lagi dan lagi di lapak pinggir jalan tersebut.

Baca juga : Ketan dengan Aneka Varian Rasa Ini Harganya Serba Rp 5 Ribu

Salah satu pembeli, Fira mengungkapkan, Sempol asli Malang di sana enak dan harga terjangkau. Selain itu, sempol asli Malang itu menggunakan telur asli tanpa campuran.

“Saya sudah sering kali berlangganan di sini, karena rasa sempolnya itu enak dan bikin nagih. Biasanya kalau akhir pekan (Minggu) beli sempol di sini. Pokoknya rasanya enak dan tidak bakal nyesel kalau sudah nyobain rasanya,” ungkap Fira.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER