Lulusannya Minim Masuk Perguruan Tinggi, BPPMNU Hasyim Asy’ari Kudus Gandeng Disnaker

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Pelaksana Pendidikan Ma’arif NU (BPPNU) Hasyim Asy’ari menggandeng Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) untuk menyosialisasikan peluang kerja. Sebab dari seluruh siswa yang lulus dari sekolah Lembaga Pendidikan Ma’arif Hasyim Asy’ari Kudus, hanya 20 persen yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

Ketua BPPMNU Wiyono menuturkan, pihaknya memang menggandeng Disnakerperinkop dan UKM Kudus dalam sosialisasi peluang kerja. Hal itu kata dia, berangkat dari keinginan masing – masing kepala sekolah atau madrasah yang berada dalam Yayasan Hasyim Asy’ari Kudus. Sebab output di masa pandemi ini begitu penting. Karena siswa lulus yang melanjutkan ke perguruan tinggi begitu minim.

Baca juga : Disnaker Kudus Sosialisasikan Peluang Kerja ke Siswa

-Advertisement-

“Dari total kelulusan, hanya 20 persen yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Sehingga pengurus mengambil langkah untuk memaksimalkan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang ada di sekolah,” ujar Wiyono kepada Betanews.id, Senin (21/6/2021).

Namun, lanjutnya, saat ini sekolah Yayasan Hasyim Asy’ari Kudus yang ada BKKnya hanya dua sekolah yakni SMK NU Hasyim Asy’ari 1 Kudus dan SMK NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus. Menurutnya, hal tersebut pun muncul persoalan, yang ternyata Memorandum of Understanding (MOU) yang dibangun kebanyakan dengan perusahaan di luar Kudus.

Lebih lanjut dia berkata, dengan kegiatan sosialisasi peluang kerja ini nanti juga ada tindak lanjut dari Disnakerperinkop dan UKM Kudus. Di antaranya pihak dinas akan mengundang Apindo Kudus. Dengan terbangunnya sinergitas antara Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Apindo serta lembaga pendidikan akan mampu memberi rasa nyaman lembaga pendidikan dari tuntunan orang tua siswa.

“Sebab kemarin dalam muwada’ah atau sharing, para wali murid menginginkan anaknya bisa langsung kerja setelah lulus. Alasannya untuk bantu ekonomi di masa pandemi ini,” bebernya.

Dia mengatakan, BPPMNU itu mengganti istilah. Lulusan yang keren itu yang tidak kuliah tapi yang langsung kerja. Nanti, setelah kerja, mereka juga tetap bisa kuliah. Namun kuliahnya di Universitas Terbuka. Yang biayanya hanya Rp 1,2 juta per semester.

“Saat ini kami yang juga tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PerguNU) bekerja sama dengan Universitas Terbuka Nasional. Barangkali kebijakan itu tepat untuk era sekarang ini,” ungkapnya.

Baca juga : Disnaker Kudus Beri Pelatihan Pemasaran Online untuk Pelaku UMKM

Dia berharap, lulusan – lulusan dari yayasan atau pun BPPMNU Hasyim Asy’ari Kudus mampu meraih cita – cita yang mereka dambakan. Serta bermanfaat bagi keluarga khususnya untuk persoalan ekonomi.

“Dan itu sebuah keniscayaan, bahwa sinergitas dengan Disnaker yang punya instrumen kartu kuning dan instrumen BKK harus segera dilaksanakan,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER