Pasien Covid-19 di Kota Semarang Meroket, Naik Hingga 300 Persen

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kasus Covid – 19 di Kota Semarang terus mengalami lonjakan paska lebaran Idul Fitri. Dari yang awalnya 300 pasien untuk warga Kota Semarang, kini menjadi 797 orang. Sedangkan dari luar kota mencapai 550 orang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, secara persentase, kasus Covid-19 di Kota Semarang naik hingga 300 persen sampai dengan hari ini.

Baca juga : 45 Warganya Positif Covid-19, Kades di Jepara Lapor ke Ganjar Soal Pabrik Tak Taat Prokes

-Advertisement-

“Maka perlu dibuat kebijakan yang strategis untuk menekan penyebaran Covid,” jelas Hendi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Selasa (15/6/2021).

Hendi menyebut, angka Covid-19 yang tinggi disebabkan karena tingkat kedisiplinan warga mulai menurun. Dia minta, masyarakat saling menjaga antara satu dengan yang lainnya.

Beberapa kali dia menemui pasien Covid-19, kebanyakan mereka diisolasi di rumah dinas dengan keluarga. Hal itu menunjukkan, jika penyebarannya sudah sampai pada lingkup keluarga.

“Beberapa kali saya temui warga yang isolasi, saya tanya di sini dengan siapa, ternyata dengan suaminya,” ujarnya.

Selain itu, dia juga membenarkan jika tempat isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang sempat penuh. Namun pagi tadi, pasien yang isolasi di tempat tersebut sudah berkurang.

“Jadi jumlahnya fluktuatif, tadi malam memang benar, namun pagi tadi ada banyak yang keluar, 80 orang,” ucapnya.

Menurutnya, tingkat kesembuhannya begitu cepat pasien Covid-19 yang ada di rumah dinas. Untuk itu, masyarakat tak perlu risau.

“Soal isu tentang penuhnya rumah sakit memang iya, namun kalau ruang isolasi itu tidak,” katanya.

Baca juga : Ganjar Sebut Daerah Lain Bisa Tiru Langkah Pemkab Pati Sewa Hotel untuk Isolasi Terpusat

Dia mengatakan, angka Covid-19 yang tinggi disebabkan karena tingkat kedisiplinan warga mulai menururn. Banyak hal yang telah diabaikan oleh masyarakat. Kuncinya adalah saling menjaga antara satu dengan yang lainnya.

“Kalau habis kegiatann itu cuci tangan, harus disiplin saling menjaga,” katanya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER