BETANEWS.ID, KUDUS – Meningkatnya Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus menyebabkan beberapa desa masuk zona merah, termasuk Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Bahkan, desa ini mendapatkan perintah langung dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk lockdown.
Kepala Desa Pedawang, Sofian Alfianto menjelaskan, penutupan jalan di Desa Pedawang ini dilakukan sejak Senin (31/05/2021) sore. Pemberlakuan penutupan jalan akan ia lakukan selama 14 hari.

“Jadi Senin siang Pak Ganjar melakukan sidak di Desa Pedawang, dan akhirnya sore itu juga langsung saya tutup,” jelasnya, Selasa (01/06/2021).
Baca juga: Ada 11 Kasus Covid-19 di Satu RT, Ganjar Minta Kades Pedawang Kudus untuk Lockdown RT
Untuk lockdown ini, pihaknya hanya menutup jalan utama yang menghubungkan Desa Pedawang dan Desa Dersalam. Jadi dengan penutupan jalan utama ini, diharapkan warga luar desa tidak bisa masuk ke Desa Pedawang.
“Walaupun Desa Pedwang sudah ditutup, tetapi saya masih membolehkan warga untuk bekerja dan beraktivitas seperti biasa. Jadi tidak benar-benar lockdown dan berdiam diri di rumah. Karena setiap individu kan punya kebutuhan masing-masing, yang penting tetap menjalankan prokes,” katanya.
Dia melanjutkan, untuk jumlah warga Desa Pedawang yang terkomfrimasi positif Covid-19, sampai saat ini ada 25 warga. Kasus terbanyak ada di RT 05 RW 01, dengan 11 warga positif Covid-19.
“Kalau sejauh ini jumlahnya ada 40 warga, tetapi yang masih aktif sampai sekarang ada 25 warga. Untuk yang dirawat di rumah sakit ada 5, lalu yang menjalani isolasi mandiri 19, dan yang meninggal 1,” rinci Sofian.
Baca juga: Kepala Dinas Kesehatan Kudus Positif Covid-19, Kasus Aktif di Kudus Sentuh 1.270 Pasien
Untuk warga yang menjalani isolasi mandiri, pihak RT dan warga juga saling membantu kebutuhan makanan. Pihak Pemerintah kabupaten Kudus juga punya wacana untuk memberikan bantuan. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan lebih lanjut.
“Untuk bantuan kebutuhan makanan belum ada bantuan dari Pemkab. Tetapi sudah ada wacana akan diberikan bantuan, tetapi belum dijelaskan kapan,” jelasnya.
Menurutnya, bertambahnya kasus Covid-19, lanjut dia, dikarenakan adanya kegiatan halal bihalal saat lebaran. Sehingga, warga yang terkena kebanyakan dari klaster keluarga.
“Saya selalu mengimbau kepada warga untuk selalu mentaati protokol kesehatan dengan menggunakan masker ketika keluar rumah,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

