31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Kopi Wine Robusta di Kopi Centeng Ini Punya Cita Rasa Khas yang Patut Dicoba

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang mengambil beberapa sendok kopi bubuk dan memasukannya ke dalam plastik kemasan untuk ditimbang. Setelah memastikan takarannya pas, ia kemudian memindahkannya dan mengambil wadah baru. Pria itu adalah Lestarining Budiono (59) pemilik Kopi Centeng.

Ditemui Selasa (01/06/2021), Budi sapaan akrabnya mengatakan, ia sudah menggeluti usaha kopi sejak 2017. Sebelumnya, ia adalah seorang petani kopi yang hanya menjual kopi mentahan saja.

Lestarining Budiono saat mengemas Kopi Centeng yang diproduksinya. Foto: Kartika Wulandari

“Dulu kalau begitu panen, saya langsung menjualnya berupa bijian kopi,”  jelasnya.

-Advertisement-

Lantaran ingin ikut mempopulerkan Kopi Muria, ia kemudian punya tekad untuk ikut memasarkan kopi kemasan siap seduh. Setelah mempelajari proses produksi kopi hingga pemasaran, akhirnya ia menjual kopi dengan merek Kopi Centeng. Bahkan, kopi produknya pernah meraih predikat juara 2 dalam kejuaraan kopi se-Kabupaten Kudus.

Baca juga: Ndaoleng, Kopi Robusta dengan Cita Rasa Khas Muria

“Akhirnya tahun 2017 itu saya belajar bagaimana mengolah kopi dan menjualnya dalam bentuk kemasan,” tambahnya.

Budi juga mengatakan, kopi racikannya adalah kopi yang dipetik saat merah. Proses pembuatannya juga disangrai sehingga mempunyai rasa khas. Di Kopi Centeng, Budi mempunyai dua varian kopi, yaitu Kopi robusta orisinal dan kopi robusta wine.

“Kalau kopi wine terbuat dari kopi arabika kan sudah biasa, karena kopi arabika memang sudah mempunyai rasa asam. Nah ini saya membuat kopi robusta wine, dimana kopi robusta itu kan tidak ada rasa asamnya. Ini saya fermentasi untuk mendapatkan rasa asam,” jelasnya.

Lalu untuk penjualanya, Budi masih menjual melalui Whatsapp di 0813 9177 6363 dan menjual melalui event bazar makanan minuman.

“Kalau tidak pandemi, biasanya saya lebih sering menjual kopi buatan saya ke acara bazar makanan dan minuman,” jelasnya.

Baca juga: Tulenia, Kopi Tulen Khas Pegunungan Muria

Untuk harga yang diberikan untuk 100 gram Kopi Centeng pun cuku terjangkau, yaitu hanya Rp 19 ribu untuk robusta orisinal, dan Rp 70 ribu untuk wine robusta.

“Saya juga menerima penjualan per kilogram untuk kopi bubuk dan biji kopi utuh yang sudah disangrai,” tambahnya.

Karena banyak peminatnya, Budi bisa menjual hingga 25 kilogram kopi setiap bulannya. Penjualan kopinya pun sudah sampai ke berbagai daerah, antaranya Kalimantan, Surabaya, Jakarta dan masih banyak lainnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER