Satu-Satunya di Jateng, Kudus Mengalami Deflasi 0,7 Persen di April 2021

BETANEWS.ID, KUDUS – Deflasi atau penambahan nilai mata uang terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sejumlah indeks kelompok pengeluaran. Pada April 2021, Kabupaten Kudus mengalami hal tersebut dan menjadi satu-satunya kabupaten yang mengalamai deflasi di Jawa Tengah.

Kepala Badan Pusat Statistik Kudus, Rahmadi Agus Santosa (55) menjelaskan, kelompok pengeluaran yang mempengaruhi terjadinya deflasi 0,7 persen di Kudus, di antaranya kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi sebesar 0,41 persen.

“Untuk kelompok kesehatan, kelompok transportasi, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, kelompok Pendidikan, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran tidak mengalami perubahan harga,” katanya, beberapa hari yang lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Mudik Dilarang, Kios Oleh-oleh di Terminal Kudus Sepi Pembeli

Tak hanya kelompok yang memiliki andil deflasi, pria yang akrab disapa Rahmadi itu juga membeberkan sejumlah kelompok yang berlawanan. Seperti kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalamin inflasi sebesar 0,27 persen.

“Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,18 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,13 persen. Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen,” bebernya.

Baca juga: Target Retribusi Pasar Kliwon Tahun Ini Naik Jadi Rp 2,4 Miliar

Jika dihitung secara keseluruhan, kelompok makanan, minuman dan tembakau memiliki andil terhadap deflasi bulan April 2021 sebesar 0,11 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil kenaikan harga yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,02 persen.

“Sementara kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,01 persen,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER