Cerita Unik di Balik Pemberian Nama Es Jomblo Pakujoyo

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Di tepi Jalan DR Sutomo, Bangunsari, Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo terdapat sebuah taman yang ramai pengunjung. Beberapa penjual kuliner berjajar rapi di pinggiran taman tersebut, salah satunya adalah Es Buah Pakujoyo.

Di tengah ramainya pembeli yang antre, terlihat seorang pria yang mengenakan baju kuning. Ia adalah Muhammad Fajar Setyana Awaludin (27), Penjual Es Jomblo Pakujoyo. Di sela kesibukannya melayani pembeli, ia berkenan untuk menceritakan usahanya itu.

Pelanggan terlihat mengntre untuk membeli Es Jomblo Pakujoyo. Foto: Khalim Mahfur

Baca juga : Es Jomblo Pakujoyo, Porsinya Jumbo dan Gratis Buat yang Masih Jomblo

-Advertisement-

Pria yang kerap disapa Fajar itu sudah lebih dari empat tahun menggeluti usahanya itu. Sebelumnya ia bekerja di tambang batubara di Kalimantan. Setelah pulang kampung, ia ingin menjajal berwirausaha. Ia mengaku bahwa resep esnya itu ia tiru dari neneknya yang juga masih berjualan hingga sekarang.

“Pingin buka usaha, ya awalnya sempat ragu. Cuma saya juga nggak pingin orang tua saya harus kerja di pabrik untuk memenuhi kebutuhan,” ungkapnya kepada Betanews.id belum lama ini.

“Resep sepenuhnya dari Mbah. Sampai sekarang pun Mbah masih juga berjualan, lebih dari 20 tahun,” sambung dia.

Di awal merintis usahanya, Fajar mengaku mengganti nama usahanya hingga tiga kali dalam seminggu. Mulai dari Es Buah Asli, Es Pj Panjoel yang merupakan nama karangannya dari kecil, hingga menemukan nama Es Jomblo Pakujoyo.

“Dulu sering banget diledekin sama temen, ‘mblo, mblo’ gitu kan, terus saya kepikiran kalau saya jadikan nama usaha saja. Alhamdulillah malah jadi brand yang luar biasa hingga saat ini,” terangnya.

Bertahan hingga sekarang, Es Jomblo Pakujoyo milik Fajar malah menjadi ikon dan sudah melekat di Taman Pakujoyo. Karena ramai dan masih bertahan di lokasi tersebut, ia juga didukung oleh pengelola Taman Pakujoyo untuk meramaikan kuliner di sana.

“Ini nama ‘Pakujoyo’ disuruh nambahin sama pihak pengelolanya, karena bisa dibilang es saya cukup legend dan menjadi ikon di Taman Pakujoyo ini,” ujarnya.

Baca juga : Es Dawet Durian di Dapoer Gentong Laku Hingga 150 Porsi Sehari saat Weekend

Karena kewalahan melayani pembeli, Fajar harus membuatkan nomor antrean. Setiap harinya ia selalu banjir pelanggan es buahnya itu. Hingga saat ini ia sudah membuka cabang di depan Swalayan Luwes, yang berada di kawasan Gentan, Baki, Solo.

“Harapannya es yang saya rintis dari nol ini bisa membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Dan es ini punya nama atau semboyan ‘nikmati keberkahan di setiap kesegarannya’. Jadi kesegarannya biar berkah untuk saya bahkan orang -orang di sekitar saya untuk masyarakat Sukoharjo,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER