BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita terlihat sedang mengemas lauk ke dalam plastik yang sudah dipesan pelanggan. Lauk tersebut spesial, yaitu orak arik pedo (Orpedo) kol banda, yang merupakan usaha rumahan yang sudah ditekuni oleh Apriani Widowati (39) sejak 2017 lalu.
Seusai melakukan pengemasan, wanita yang akrab disapa Anik itu bersedia berbagi informasi tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, jika orpedo kol banda buatannya lumayan banyak peminatnya. Hingga saat ini, ia sudah memiliki 10 reseller di Kudus dan di Semarang.

Baca juga : Bumbu Soto Instan Mak Nyak, Tak Cuma Enak Tapi Juga Praktis
Menurutnya, produknya itu memiliki keunggulan rasa yang pas, tidak asin dan aman untuk penderita penyakit hipertensi.
“Saat ini Alhamdulillah sudah punya 10 reseller. Dari reseller-reseller itu, ada pengiriman yang sampai Jakarta, Yogyakarta, hingga Palembang,” beber pemilik usaha rumahan dengan brand Khoir Food tersebut.
Dia menceritakan, awal mula dirinya merintis usaha tersebut karena lauk ikan pedo merupakan favoritnya dari kecil. Karena banyak UMKM yang belum membuat lauk tersebut dalam kemasan, ia terpikirkan untuk membuat usaha ini dan ternyata banyak peminatnya.
“Ini favorit saya dari kecil, karena dulu ibu saya sering masak orpedo, jadi hingga saat ini, orpedo masih terfavorit. Saya kemudian mencoba untuk membuat produk ini dalam kemasan hingga bisa tahan lama,” ungkap ibu dua anak tersebut.
Harga orpedo kol banda, katanya, satu bungkusnya dihargai Rp 25 ribu dengan isi 6 biji orpedo. Sedangkan untuk peminatnya katanya dari semua kalangan, mulai anak-anak juga bisa menikmati makanan tersebut.
Ia juga menerima pemesanan untuk hantaran dan juga bisa pesan rasa. Dalam sebulan, ia bisa menjual produknya tersebut kurang lebih sebanyak 100 bungkus.
Baca juga : Nikmatnya Entok Asap yang Empuk Banget Ini Bisa jadi Jujugan untuk Buka Bersama
“Pemasaran yang saya lakukan biasanya melalui media sosial khususnya di Instagram dengan akun @khoir_food.id dan WhatsApp di nomor 0852-9331-5315,” katanya di rumah produksinya yang berada di Desa Kramat RT 3 RW 1, Kecamatan Kota, Kudus.
Dia menambahkan, untuk ketahanan produknya itu, katanya bisa tahan selama kurang lebih sampai 6 bulan dengan kemasan belum dibuka dan ditaruh freezer. Sedangkan jika kemasan sudah dibuka hanya bertahan sekitar dua pekan.
Editor : Kholistiono

