BETANEWS.ID, SOLO – Seorang wanita terlihat sedang memotong-motong buah di sebuah lapak es di Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo. Sambil menyelesaikan pekerjaannya itu, ia masih sempat menanyakan pesanan pembeli yang antre di bagian depan. Setelah pembeli mendapatlan pesanannya, mereka bergegas membayar kepada seorang pria paruh baya yang bereda di sebelah wanita itu. Dia adalah Mustofa, pemilik kedai Es Buah Bunuh Diri.
Kepada Betanews.id, ia sudi untuk membagikan kisahnya merintis usaha Es Buah Bunuh Diri. Menurutnya, ide jualan es buah itu merupakan alih profesi lantaran ia merasa jenuh di bisnis percetakan. Alasannya pilih es buah karena usahanya mudah.

“Awalnya sempat malu, Mas. Masak dari percetakan malah turun jadi jualan es. Tapi saya yakin rezeki itu sudah diatur yang di atas,” ucapnya, Sabtu (1/5/2021).
Baca juga: Hanya Rp 4 Ribu Bisa Nikmati Segarnya Es Ketel yang Jadi Favorit Warga Solo Saat Berbuka
Merintis dari awal, Mustofa yakin bahwa usahanya sekarang akan berkembang. Hingga saat ini ia sudah mempunyai dua cabang yakni di Matahari Solo dan daerah Poltekes Klaten.
“Dulu cuma pakai kertas karton kecil, ada tulisannya es buah. Setelah laku dan banyak yang beli, akhrnya diganti dengan spanduk atau MMT,” kata dia.
Sebelumnya Mustofa membuat es buah dengan porsi biasa. Namun lama kelamaan ia menjual dengan porsi banyak menyesuaikan konsumennya yang kebanyakan dari mahasiswa Universitas Negeri Surakarta dari Fakuktas Olahraga.
“Banyak makan buah biar banyak vitamin, yang dimaksud klenger itu biar klenger virusnya, semoga terbebas dari segala macam penyakit karena makan buah,” ujarnya.
Baca juga: Kisah Mbah Min, Kakek 88 Tahun yang Tetap Semangat Jualan Bakso Keliling di Solo
Karena sebelumnya ia juga berjualan rujak atau biasa disebut juga lutis, akhirnya ia berani membuat es buah dengan porsi yang banyak namun dengan harga murah.
“Kita ambil untungnya sedikit, nggak papa. Kalaupun harga buah naik kita nggak naikin harganya, paling kita kurangin sedikit buahnya tapi harga tetap sama,” ujarnya.
Harga yang ditawarkan di Es Buah Bunuh Diri ini cukup terjangku, jika melihat porsinya yang super jumbo. Yaitu mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 15 ribu saja.
“Es buah biasa itu Rp 7 ribu, selain itu aja jus juga. Kalau sup buah itu kuahnya pakai jus, ada yang dari alpukat, melon, jambu, itu Rp 15 ribuan,” tukasnya di kedai yang buka mulai dari 10.30 hingga 18.00 WIB itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

