BETANEWS.ID, SEMARANG – Bulan Ramadan menjadi bulan berkah bagi Warsinah (40), warga binaan Lapas Bulu Kota Semarang. Bisnis roti yang dia geluti dari balik jeruji kini mulai banyak dipesan orang.
Meski berada di lembaga pemasyarakatan, dia tak pernah putus asa. Mimpinya yang ingin mempunyai bisnis roti satu per satu mulai terwujud. Dia ingin membuktikan jika dirinya bisa sukses dari dalam penjara.
Selama Ramadan, dia mulai kebanjiran order. Sampai saat ini sudah ada sekitar 50 orang yang pesan roti kepadanya. Harganya juga cukup miring mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 70 ribu.
Baca juga: Viral di Medsos, Ini Kisah Kaka Sang Fotografer Cilik Asal Semarang
“Saya di sini sudah tujuh tahun, setiap kali bulan Ramadan pasti laris,” jelasnya saat ditemui di Lapas Bulu Semarang, Rabu (28/4/2021).
Warsinah sendiri di penjara karena narkoba. Dia mengaku terjebak di dunia hitam itu karena pergaulan. Dia berharap pada 2022 nanti bisa keluar dari penjara dan kembali ke Jakarta.
“Kalau saya aslinya Jakarta. Nanti kalau sudah keluar dari penjara ingin bisnis roti,” imbuhnya.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Bulu, Rini Sulistyowati mengatakan, di Lapas Bulu memang ada pelatihan berupa membatik, menjahit, memasak keripik, dan olahan kedelai.
“Warga binaan juga bisa menghasilkan uang dari laundry,” ujarnya.
Menurutnya, banyak warga binaan yang tertarik mengikuti pelatihan yang diadakan Lapas Bulu. Dari keseluruhan warga binaan sekitar 269 itu yang ikut kegiatan pelatihan sekitar 140 orang.
“Jadi memang banyak yang minat ikut program pelatihan ini,” ujarnya.
Baca juga: Kisah Mbah Min, Kakek 88 Tahun yang Tetap Semangat Jualan Bakso Keliling di Solo
Dari usaha tersebut, warga binaan yang ada di Lapas Bulu juga bisa memberi uang ke keluarganya. Pelatihan kemandirian memang disiapkan agar warga binaan ketika keluar dari lapas bisa berbaur dan bermanfaat untuk sekitar.
“Dari situ beberapa warga binaan dapat uang dan hasilnya ada yang dikirim ke keluarga,” imbuhnya.
Sampai saat ini, usaha yang paling banyak diminati oleh warga binaan adalah menjahit. Untuk pelatihannya sendiri selama satu tahun ada 4 paket pelatihan.
“Pelatihan yang sudah dilaksanakan pengolahan keripik dan kedelai,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

