BETANEWS.ID, KUDUS – Dua sekolah di Kabupaten Kudus mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) hari ini, Senin (5/4/2021). Dua sekolah tersebut, yakni SMK Wisudha Karya dan SMA 1 Bae.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Harjuna Widada mengatakan, jika untuk dua sekolah tersebut merupakan kewenangan dari Dinas Provinsi Jawa Tengah, dan sesuai jadwal secara serentak simulasi dilakukan hari ini.

Sementara untuk sekolah yang berada di bawah naungan Disdikpora Kudus, PTM akan dilakukan besok Selasa (6/4/2021), yakni SMP 1 Jekulo. Sebab, hari ini guru mengikuti vaksinasi tahap kedua.
Baca juga: 108 Siswa SMP 1 Jekulo Akan Ikuti Simulasi Pembelajaran Tatap Muka
“Yang ikut simulasi PTM hari ini ada SMA 1 Bae dan SMK Wisuda Karya. Sedangkan untuk SMP 1 Jekulo dan MA Banat, besok, ” kata Harjuna di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG), Senin (5/4/2021).
Sementara Kepala SMA 1 Bae Kudus Supriyono mengatakan, jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus untuk melakukan simulasi PTM hari ini.
“Kita sudah vaksin tahap pertama tanggal 22 Maret lalu. Vaksin kedua kan hari ini, kita dapat jadwal jam 11 sampai selesai. Semuanya sudah kita koordinasikan dengan Dinas Kesehatan, ” jelas Supriyono di ruang kerjanya.
Dalam melakukan simulasi PTM, SMA 1 Bae hanya mengizinkan 110 siswa yang boleh datang. Supriyono menjelaskan, dari ratusan siswa tersebut semuanya kelas X.
Dengan menggunakan 11 ruang kelas, per kelas hanya boleh diisi oleh 10 siswa, dan wajib menggunakan masker dan face shield.
Baca juga: Disdikbud Jateng Soal Prokes PTM: ‘Kalau Ada 1 Siswa Positif, Sekolah Langsung Ditutup’
“Persyaratan siswa yang boleh ikuti PTM, dia harus dalam kondisi sehat. Jarak antarsekolah dan rumah lebih dekat. Jika tidak menggunakan kendaraan sendiri, harus diantar orang tua atau jalan kaki,” paparnya.
Di pintu masuk gerbang, sudah ada guru yang menjaga, agar tidak menimbulkan kerumunan. Tak berhenti di situ, para siswa diwajibkan untuk mencuci tangan dan pengecekan suhu tubuh. Mereka yang tidak melebihi suhu 37 derajat, dibekali dengan face shield dan masker, serta diperbolehkan untuk masuk ke ruang kelas yang sudah disiapkan.
Di dalam kelas, para siswa tidak diperbolehkan untuk saling pinjam barang. Mereka juga disarankan untuk membawa bekal makan sendiri. Sebab, fasilitas kantin di sekolah tersebut, ditutup.
“Pembelajaran PTM ini kita bagi dua tahap. Tahap pertama 60 siswa masuk pukul 07.30 hingga pukul 09.30 WIB. Tahap kedua 50 siswa, masuk pukul 08.00 pulang pukul 10.00 WIB. Tidak ada istirahat, setiap pelajaran kami batasi hanya 30 menit saja, ” jelas Supriyono.
Menggunakan sistem pembelajaran blended learning, siswa SMA 1 Bae lainnya yang tidak berkesempatan mengikuti PTM, bisa mengikuti pembelajaran secara online atau daring.
Baca juga: 12 Sekolah di Kudus, Pati, dan Jepara Ikut PTM, Ini 140 Sekolah yang Dilibatkan
Setelah hampir satu tahun tidak berangkat sekolah, Mathew Stefano siswa kelas X SMA 1 Bae merasa senang bisa masuk sekolah. Bisa bertemu dengan teman-teman baru, merupakan kabahagiaan tersendiri baginya.
“Seneng rasanya bisa ketemua temen-temen. Ini pertama kali bisa ketemu mereka secara langsung di sekolah, ” katanya.
Begitu pula dengan teman sekelas Mathew, Maya Anggraeni, ia merasa bersyukur bisa masuk sekolah.
“Rasanya seneng bisa sekolah. Sebelum berangkat sekolah, yang disiapkan seperti jaga kesehatan dan melengkapi tugas-tugas online kemarin, ” jelasnya.
Editor : Kholistiono

