Petani di Kudus Kembangkan Melon Korea Secara Hidroponik, Setahun Bisa Panen Lima Kali

BETANEWS.ID, KUDUS – Di area persawahaan Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, tampak bangunan green house. Di dalam dalam bangunan berdinding dan atap transparan tersebut terdapat ribuan tanaman melon yang dikembangkan dengan sistem hidroponik. Ribuan tanaman melon tersebut tampak sudah berbuah dan sebagian sedang dipanen. Green house tersebut milik Kelompok Tani Kudus Muria Farm yang kembangkan melon kelas premium dari Korea Selatan.

Di antara ribuan tanaman melon, tampak seorang pria mengenakan kaus oblong, memegang gunting dan menciumi buah melon satu – persatu. Saat indera penciumannya menemukan buah yang sudah matang, melon yang masih tergantung pada tangkai tersebut pun dipanen menggunakan gunting. Setelah terkumpul banyak, buah melon yang berwarna kuning itu diwadahi keranjang plastik dan dibawa ke bedeng.

Petani di Kudus kembangkan melon Korea dengan sistem hidroponik. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Ganjar Takjub Inovasi Petani Muda Asal Kudus, Tanam Melon Tanpa Pestisida

-Advertisement-

Seusai memanen, pria yang diketahui bernama Deni Saputra (29) selaku sekertaris dari Kelompok Tani Muria Farm sekaligus pengelola tanaman melon di green house tersebut sudi berbagi penjelasan. Dia mengatakan, Kelompok Tani Muria Farm menanam melon dengan sistem hidroponik sejak tiga bulan yang lalu. Melon yang ditanam merupakan melon premium dan bibitnya diimpor dari Negeri Ginseng.

“Melon yang kami kembangkan dengan sistem tanam hidroponik itu merupakan melon premium. Bibitnya kami datangkan dari Korea Selatan. Kami memilih melon premium, sebab sangat potensial. Karena kebutuhan melon di Nusantara khususnya melon premium itu masih sangat kurang banyak,” ujar pria yang akrab disapa Deni kepada Betanews.id, Sabtu (27/3/2021).

Deni mengatakan, ada tiga jenis melon premium yang ditanam di Green House Kelompok Tani Muria Farm. Antara lain, melon jenis Chamoe yang buahnya warna kuning. Sedangkan yang warna putih adalah melon jenis Dalmation. Serta melon jenis Talent yang warna buahnya hijau. Menurutnya, tiga jenis tanaman melon yang ia tanam tersebut sudah memasuki masa panen.

“Hari ini kami mulai panen melon. Tanaman melon memang punya masa panen berbeda – beda. Namun, untuk tiga jenis melon yang kami tanam hanya butuh waktu 60 hari sudah bisa panen,” beber bapak dari dua anak tersebut.

Berarti tuturnya, dalam setahun pihaknya bisa menanam dan panen melon lima kali, dengan hasil sama bagusnya. Dengan sistem tanam hidroponik, tanaman melon yang dikembangkannya tidak terpengaruh oleh cuaca. Hal itu tentu berbeda dengan melon yang ditanam secara konvensional, yang setahun hanya bisa tanam sekali.

“Ya dengan masa panen dua bulan dalam setahun kami bisa tanam dan panen melon lima kali. Kalau melon yang ditanam konvensional paling setahun hanya sekali. Sebab kalau dipaksakan hasilnya kurang bagus, atau biasanya para petani menyelingi dengan menanam komoditas lain terlebih dulu,” bebernya.

Pria yang tercatat sebagai warga Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tersebut mengungkapkan, luas Green House Muria Farm sekitar 500 meter persegi. Dengan luas tersebut Deni dan rekannya bisa menanam 1,7 ribu tanaman melon. Dengan kurun waktu hanya 60 hari, pihaknya sudah bisa memanen sekitar 1,5 ton buah melon premium.

Menurutnya, dengan hasil panen tersebut sudah sangat memuaskan. Sebab buah melon premium yang dikembangkannya dengan sistem hidroponik punya harga jauh lebih mahal dari pada melon yang ditanam secara konvensional. Bahkan harganya bisa beberapa kali lipatnya.

“Saya tidak tahu pasti harga melon yang ditanam konvensional. Namun untuk melon yang kami tanam secara hidroponik ini harganya Rp 35 ribu per kilogram. Dengan harga jual tersebut, kami bisa mendapatkan omzet Rp 52 juta setiap panennya,” jelasnya.

Sedangkan untuk pemasaran tuturnya, melon premium tersebut dipasarkan melalui media daring. Menurutnya, sebenarnya permintaan banyak datang dari Jakarta dan Surabaya. Namun, kenyataannya barang belum dikirim ke sana, para konsumen pada datang ke Green House Muria Farm. Mereka ambil sendiri melon hasil panen, serta memesan hasil panen untuk berikutnya.

“Melon premium yang kami tanam ini rasanya lebih manis dari melon biasa. Oleh sebab itu banyak yang suka. Bahkan buah yang belum dipanen itu sudah dipesan oleh para konsumen,” ungkapnya.

Baca juga : Cerita Sukses Deni dari Selada Hidroponik, Awalnya Nekat Utang Rp 900 Juta

Dia mengungkapkan, beserta para rekannya yang tergabung dalam Kelompok Tani Muria Farm punya rencana pengembangan pertanian melon modern tersebut. Pihaknya menargetkan, dalam dua tahun ke depan bisa bangun dua green house lagi. Sehingga bisa menanam melon lebih banyak lagi.

“Otomatis hasil panen dan omzet yang kami dapatkan juga lebih banyak. Sebab seperti yang saya katakan di awal, permintaan buah melon premium itu sangat banyak. Jadi potensi buah melon premium sangat bagus sekali,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER