31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Kisah Yasin, Gagal di Usaha Konveksi Berujung Sukses Bisnis Peci Kang Santri

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin jahit terdengar di teras sebuah rumah di RT 03, RW 02 Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Mesin jahit tersebut tampak dioperasikan seorang pria. Tampak ia menjahit kertas duplex yang dilapisi kain bludru warna hitam. Pria tersebut yakni Muhammad Noor Yasin (38) pemilik usaha produksi Peci Kang Santri.

Seusai menyelesaikan satu peci, pria yang akrab disapa Yasin itu pun sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, mulai merintis usaha produksi Peci Kang Santri sejak 2012. Menurutnya, sebelum berkecimpung di usaha peci, ia terlebih dulu merintis usaha konveksi baju muslim pria dewasa dan anak. Namun, karena banyak persaingan, usahanya tersebut tidak bertahan lama.

Yasin menyelesaikan pembatuan Peci kang Peci di rumah produksinya. Foto: Rabu Sipan.

“Karena usaha konveksi kami tersendat. Demi untuk hidupi anak istri, saya pun memutuskan untuk bekerja di salah satu toko di Kudus. Saya bekerja di toko sekitar dua tahun. Saya berhenti kerja di toko karena toko tempat saya bekerja, terkena musibah kebakaran,” ujar Yasin kepada Betanews.id, Jumat (26/3/2021).

-Advertisement-

Yasin mengungkapkan, karena tempat bekerjanya kebakaran ia pun menekuni menjahit lagi. Sebuah keterampilan yang diwariskan oleh ayahnya. Hingga pada suatu waktu, peci miliknya ada yang rusak. Kemudian peci rusak tersebut ia reparasi dijadikan peci untuk anaknya yang berusia satu tahun.

Baca juga: Awalnya Kerja Serabutan Demi Hidupi Keluarga, Kini Nunung Sukses Bisnis Peci Karung Goni

“Selang beberapa hari ada kawan saya berkunjung dan saya cerita tentang keterampilanku bikin peci. Ternyata temanku itu tertarik agar saya bikin peci dan kemudian disetor di toko yang dijaganya. Kebetulan saat itu temanku dipercaya untuk jaga toko di pondok pesantren,” ungkapnya.

Tawaran tersebut, kata Yasin, langsung disetujuinya. Sebab, tawaran tersebut merupakan sebuah peluang bagus. Apalagi saat itu di Kudus masih sangat jarang yang produksi peci.

Namun pada waktu itu, ia kebingungan cari bahan untuk produksi peci. Terutama kain bludru. Sebenarnya di Kudus ada, tapi kualitasnya kurang bagus, bulunya cenderung kasar, serta kurang rapat. Kemudian ia pun teringat, bahwa pusat produksi peci di Indonesia itu berada di Gresik.

“Saya pun bergegas pergi ke Gresik. Di Kota pabrik semen pertama di Indonesia itu saya mendapatkan kain bludru kualitas bagus. Saya pun membeli beberapa gulung,” ucapnya.

Pria yang sudah dikaruniai empat anak tersebut mengungkapkan, setelah bahan didapat semua, ia pun mulai memproduksi peci. Peci yang dibikinnya itu ia titipkan di toko temannya. Awalnya hanya produksi 10 peci, proses produksi juga ia kerjakan sendiri. Lambat laun tuturnya, permintaan makin banyak. Kemudian dari mulut ke mulut, peci yang diberi merek Kang Santri itu makin dikenal.

Baca juga: Kisah Pasangan Muda Pemilik MB Store yang Dipertemukan Karena Tekuni Usaha Sama

“Setelah makin dikenal, terus ada bakul dari Demak dan Purwodadi datang minta disuplai Peci Kang Santri. Selain itu, saya juga jalin kerja sama dengan beberapa pondok pesantren di Kudus dan Sarang Rembang untuk menyediakan peci untuk para santri pondok,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sekarang untuk pemasaran ia sudah memiliki agen di setiap daerah yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Banten hingga luar Pulau Jawa. Di antaranya, Riau, Kalimantan dan Papua. Dalam satu bulan ia mengaku bisa produksi Peci Kang Santri sebanyak 700 pcs.

“Kami bersyukur usaha produksi peci yang saya rintis kini mulai dikenal. Alhamdulillah, dengan produksi peci saya bisa memberi pekerjaan sampingan untuk para ibu rumah tangga, tetangga saya. Semoga ke depan usaha produksi peci saya makin lancar, dan Peci Kang Santri makin diminati dan makin dikenal,” tandas Yasin.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER