BETANEWS.ID, KUDUS – Di Dukuh Nerangan, Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak sebuah kedai. Bangunan tersebut terlihat berkonsep semi outdoor. Di dalam bangunan terlihat seorang pria sedang bersih-bersih dan menyiapkan berbagai menu. Dia adalah Siswanto (49) pemilik dari Kedai Gentong Mas.
Dia mengatakan, merintis usaha kuliner bernama Gentong Mas sejak 23 Januari 2021. Sebelum merintis usaha kuliner, ia dulu berkecimpung di usaha konveksi tas selama 20 tahun. Bahkan ia pernah merasakan sukses di usaha tersebut.

“Sebelum usaha kuliner, saya dulu punya usaha konveksi. Sekitar 20 tahun saya memproduksi tas sekolah,” ujar Siswanto kepada Betanews.id, Selasa (9/3/2021).
Baca juga: Menu Serba Entok di Kedai Gentong Mas yang Bikin Penikmatnya Sering Balik Lagi
Pria yang tinggal tidak jauh dari kedainya tersebut menuturkan, di usaha tas tersebut, selain produksi juga jadi pengepul yang mengambil hasil produksi tas dari pengusaha lain. Kemudian tas tersebut ia setor ke berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Menurutnya, saat itu pelanggannya lumayan banyak.
“Pelanggan saya waktu itu lumayan banyak. Tahun 2012 ke bawah, saya punya pekerja lebih dari 40 orang untuk produksi tas. Kala itu sebulan cari uang Rp 30 juta itu kayaknya kok gampang,” bebernya.
Lebih lanjut kata Siswanto, dari usaha konveksi tas tersebut ia bisa membeli beberapa tanah dan bangun beberapa rumah. Namun, sejak ada pandemi usaha tas tidak ada order sama sekali. Hingga dia pun gulung tikar.
“Sebenarnya sebelum ada pandemi, orderan tas mulai sepi. Puncaknya pas ada pandemi, orderan tidak ada sama sekali. Usaha saya pun berhenti dan hutang pun menumpuk,” terangnya.
Pria yang dikaruniai tiga anak tersebut mengatakan, saat usaha tasnya gulung tikar, ia pun terbelit hutang hingga ratusan juta. Untuk membayar hutangnya, ia pun memutuskan menjual beberapa asetnya, berupa rumah dan tanah. Uang hasil penjualannya, selain untuk bayar hutang digunakan juga untuk merintis usaha di bidang lain.
“Saya dulu sempat punya hutang Rp 200 juta. Sampai sekarang pun masih ada hutang yang belum terlunasi. Karena itulah saya tidak boleh diam. Saya harus bangkit dan sebulan yang lalu mulai merintis usaha kuliner ini,” tuturnya.
Baca juga: Sediakan 200 Menu Nusantara dan Mancanegara, PDKT Resto Jadi Jujugan Eksekutif Muda
Dia memilih usaha kuliner sebab istrinya itu gemar dan pintar memasak. Oleh sebab itu, ia pun memutuskan untuk membuka Kedai Gentong Mas. Kedai tersebut menu andalannya aneka olahan entok. Di antaranya, rica-rica entok, tongseng, swike dan lainnya. Selain itu ada juga olahan kepala manyung dan kerang, ayam geprek serta ayam goreng, dan lainnya.
“Kalau harga bervariasi mulai Rp 6 ribu hingga yang paling mahal itu aneka olahan entok, yang seporsinya saya jual Rp 25 ribu,” jelasnya.
Dia mengaku bersyukur, meski baru sekitar sebulan Kedai Gentong Mas miliknya sudah lumayan pelanggannya. Bahkan para pelanggan sering datang berulang, karena rasa olahan aneka menu yang disajikan cocok di lidah.
“Saya bersyukur setidaknya dengan usaha kuliner ini kami ada pemasukan. Semoga saja Kedai Gentong Mas aneka menunya makin diminati dan banyak pelanggan,” harap Siswanto mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

