Waktu menunjukan pukul 09.00 WIB, suasana hiruk-pikuk Pasar Kliwon Kudus pada Jumat (22/1/2021) pagi itu mulai bergeliat. Banyak karyawan kios di pasar yang terkenal sebagai pusat grosir pakaian di Jawa Tengah itu mulai membuka toko. Para pembeli dari berbagai daerah pun mulai berdatangan, yang membuat suasana pasar menjadi ramai. Tak ketinggalan para kuli panggul hilir-mudik mengantarkan barang ke pemiliknya.

Di Pasar Kliwon terdapat 2.355 kios dengan 75 persen merupakan kios grosir konveksi dan tekstil. Pasar terbesar kedua di Jawa Tengah ini menyerap ribuan tenaga kerja, tak terkecuali para kuli panggul. Pasar Kliwon terbagi menjadi empat blok, blok A, blok B, blok C dan blok D. Setiap blok memiliki paguyuban kuli panggul. Setidaknya ada lima paguyuban yang menaungi para pekerja kuli panggul di Pasar Kliwon.

Para kuli panggul di Pasar Kliwon mengutamakan kekeluargaan, dengan cara bekerja bersama-sama dan hasilnya dibagi rata. Kami tidak pernah berebut barang untuk dipanggul karena kami mendapatkan upah yang sama.

Sukari – Kuli panggul Pasar Kliwon

Setiap hari para pekerja kuli panggul ini berkumpul di Blok A pukul sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka akan mulai bekerja saat ada truk yang membawa barang masuk ke pasar. Dalam sehari setidaknya ada dua hingga tiga truk yang membawa barang milik pedagang untuk dibongkar. Karung demi karung di antar ke kios-kios pedagang, sesuai dengan daftar nama pemilik barang yang telah dikantongi.

Seorang kuli panggul mengenakan kaus berwarna abu-abu dengan corak garis-garis hijau terlihat duduk di troli sambil menyeka keringat. Dia adalah Muhammad Sukari (40), yang sedang istirahat usai mengantar sejumlah karung ke toko yang berada di Pasar Kliwon Kudus.

Bapak dua anak itu berbagi cerita kepada Betanews.id tentang sistem kerja kuli panggul di sana. Dia menuturkan, para kuli panggul di Pasar Kliwon mengutamakan kekeluargaan, dengan cara bekerja bersama-sama dan hasilnya dibagi rata.

- advertisement -

“Kami mulai bekerja pukul 08.00, menurunkan barang dari truk yang sudah datang. Sekitar pukul 12.00 WIB, uang dikumpulkan jadi satu. Setelah itu dibagi rata agar semua mendapat bagian sama,” katanya.

Tak lama kemudian, seorang pria terlihat memanggil anggotanya satu demi satu untuk menerima upah harian. Ia adalah Samiyono (44), koordinator kuli panggul Pasar Kliwon blok A. Dia mengatakan memiliki 25 anggota, dan kekeluargaan menjadi kunci agar tidak muncul kecemburuan sosial.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini