Viral Banner Berisi Informasi Hoaks di Kota Lama, Pegiat Cagar Budaya Sebut Itu Bentuk Protes

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sempat ramai diperbincangkan di media sosial sekelompok orang yang megatasnamakan Badan Penanggulangan Cagar Budaya mendirikan beberapa standing banner di Kota Lama Semarang yang menyesatkan pembaca.

Bahkan tulisan di benner tersebut terlihat tak masuk akal seperti tulisan “ini adalah taman favorit Armin van Buuren, Gubernur Jendral Belanda paling muda yang berkunjung di Kota Semarang.

Penampakan poster yang menyesatkan wisatawan di Kota Lama. Foto: Ist.

Setelah dikaji, ternyata Armin van Buuren merupakan DJ dan produser musik asal Belanda. Dirinya bukan Gubernur Jendral Belanda sebagaimana dituliskan oleh kelompok yang mengatasnamakan Badan Penanggulangan Cagar Budaya di banner tersebut.

-Advertisement-

Baca juga: Reservoir Siranda, Saksi Bisu Pemberontakan Pemuda Semarang Lawan Jepang

Selain tulisan tersebut, ada juga benner yang di dalamnya terdapat tulisan yang banyak mengundang perhatian seperti “David Beckham dan PM Inggris Neville Longbottom saling menelepon lewat box telepon ini ketika telepon ini masih aktif”.

Sebenarnya masih ada beberapa titik tulisan benner lain yang juga tak sesuai fakta di Kota Lama, salah satunya tulisan tentang kisah cinta Oei Tiong Ham dan Rara Mendut.

Menanggappi hal itu, Pegiat Cagar Budaya Kota Semarang, Tjahjono Rahardjo menduga, pembuat banner tersebut sengaja membelokkan sejarah tentang Kota Lama untuk suatu tujuan tertentu.

Menurutnya, tulisan yang ada di banner tersebut tidak sesuai fakta. Dia malah berpikir jika tulisan yang ada di banner tersebut merupakan sindiran atau protes kondisi Kota Lama saat ini.

“Saya pikir itu semacam satir atau protes terhadap kondisi Kota Lama,” jelasnya.

Baca juga: Rumah Padang di Semarang Ini Juga Jual Ribuan Kaset Pita Jadul

Menurutnya, apa yang dilakukan pembuat banner hampir sama dengan yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang dengan adanya pengadaan charger box yang ternyata mengadaptasi Red Box, ikon Inggris dan Britania Raya.

Selain itu, ada juga pengadaan air mancur yang mempunyai desain menyerupai Victorian Drinking Fountain di Pearson Park, Hull, Inggris yang tak sesuai dengan perjalanan sejarah Kota Lama Semarang.

“Itu kan asli Inggris. Tidak pernah ada di Belanda maupun di Hindia Belanda, jadi tidak sesuai dengan perjalanan sejarah Kota Lama,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER