BETANEWS.ID, SEMARANG – Sebuah warung di Desa Patemon, Kecamatan GunungPati, Kota Semarang terlihat cukup ramai sore itu. Ada yangterlihat antre mengambil nasi, dan ada pula yang sudah duduk menyantap hidangan sambil bercengekarama satu sama lain. Di bagian dapur, seorang wanita terlihat sedang menyiapkan hidangan yang akan diantarkan ke pembeli. Dia adalah Sa’adah, Karyawan Ayam Deplok Semarangan.
Warung itu terlihat begitu mencolok dengan spanduk besar warna merah bertuliskan Rp 11 ribu dengan font besar, lengkap dengan tulisan ambil nasi sepuasnya, request cabai semaunya, dan gratis lalapan dan kerupuk.

Menurut Sa’adah, promo tersebut memang sudah jadi konsep warung tersebut sejak lama. Jadi, dengan harga Rp 11 ribu sudah bisa mendapatkan makanan yang cukup memuaskan karena konsumen mengambil sendiri nasi, ayam, es teh, serta dapat lalapan dan kerupuk.
Baca juga: Promo Menarik, Puasa Senin-Kamis Bisa Gratis Makan Bakso Bogem Mas Tri
“Kelebihan dari warung deplok ini kalau makan bisa sepuasnya dengan harga segitu. Bahkan kini, Ayam Deplok Semarangan sudah punya 3 cabang yang berada di Kota Semarang,” kata Sa’adah, Minggu (31/1/2021).
Untuk jam buka, Ayam Deplok Semarangan melayani pembeli sejak pukul 10.00 WIB sampai habisnya bahan menu yang akan disajikan. Dengan konsep ini, setiap cabang akan berbeda jam tutupnya tergantung dari ramainya pembeli pada saat buka di hari itu.
Dilihat dari segi harga dan penyajian, lanjut Sa’adah, Ayam Deplok Semarangan ini dapat memberikan rasa puas pada konsumen yang makan di tempat. Namun, beda halnya dengan konsumen yang memesan via online (Go Food atau Grab Food), nasi akan diambilkan oleh karyawan.
“Pemesan hanya bisa rikues jumlah cabai yang akan dicampurkan dalam bumbunya serta tidak dapat lalapan dan kerupuk,” tambahnya.
Baca juga: Tulang Rangu, Menu Andalan Baso Aci Mamake yang Enak dan Bikin Nagih
Salah satu pengunjung, Wawan mengakusering makan di Ayam Deplok Semarangan. Menurutnya, ayam di sini enak meskipun harganya murah.
“Saya sudah sering hingga tak terhitung untuk mampir ke sini. Harganya yang begitu murah dan bisa makan sepuasnya jadi alasan,” tutup Wawan.
Penulis: Eka Dias Putra Mahendra (Mahasiswa Magang UIn Walisongo)
Editor: Ahmad Muhlisin

