31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Pengusaha di Kudus Meningkat Pesat, Kini Sudah Ada 25 Ribu UMKM

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria tampak sedang memegang kertas di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkopukm) Kabupaten Kudus. Sambil melihat laptop yang ada di meja kerjanya, pria bernama Bakti Tataryo (42) itu berbagi informasi tentang jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kudus.

Bakti menjelaskan, seiring meningkatnya jumlah angkatan kerja di 2020, ada peningkatan jumlah UMKM di Kudus. Jika mengacu data yang mengajukan bantuan tahun 2020, ada 25 ribu UMKM di Kudus. Jumlah tersebut meningkat pesat, karena pihaknya terakhir melakukan pendataan pada 2015. Waktu itu, jumlah UMKM kurang lebih sekitar 12 ribu.

“Setelah tahun 2015 kami belum pernah melakukan pendataan lagi. Tetapi kami mendata setiap UMKM yang berinteraksi dengan kami. Jumlah data UMKM yang berinteraksi juga meningkat, tahun 2020 menjadi 15 ribu,” terangnya kepada betanews.id, beberapa hari lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Dijamin Berhasil, Ini Tips Lolos Uji PIRT dari Dinas Kesehatan

Kepala seksi pengembangan SDM dan teknologi UKM itu yakin jika ada pendataan seperti di tahun 2015, jumlah UMKM di Kudus saat ini lebih dari 25 ribu.  Ia mengaku belum ada rencana melakukan pendataan UMKM dalam waktu dekat ini.

“Kalau di tahun 2015 kan kami turun langsung ke lapangan. Jadi seperti survei ke desa-desa. Dalam waktu dekat ini belum ada rencana, dan pendataan itu bukan agenda rutin tahunan. Jadi sementara kami hanya melakukan pendataan bagi UMKM yang berinteraksi ke sini,” jelasnya.

Ditemui di dinas yang sama, Rofiq Fachri (53), Kabid KUMK Disnakerperinkopukm Kudus menambahkan, pandemi Covid-19 cukup berpengaruh pada peningkatan jumlah UMKM di Kudus. Selain karena ada bantuan untuk pelaku UMKM, pengurangan jam kerja hingga pemutusan hubungan kerja mendorong warga untuk membuka usaha sendiri.

“Tahun kemarin kan memang banyak pengurangan jam kerja, dirumahkan hingga memutus hubungan kerja. Jadi hal itu mendorong warga untuk berpikir dan menangkap peluang usaha. Selain itu juga ada bantuan bagi UMKM juga,” tambahnya.

Baca juga: Punya Usaha Makanan? Ini Cara Mengurus Izin PIRT di Kudus

Meski begitu, tidak menuntup kemungkinan ada sejumlah UMKM yang sudah berjalan terimbas pandemi bahkan hingga gulung tikar. Ia berharap para pelaku UMKM bisa terus berkembang, menangkap peluang menyesuaikan situasi saat ini.

“Selama pandemi ada UMKM yang berkembang, karena permintaan secara online meningkat. Tapi ada juga yang penjualannya menurun. Harapan kami bisa menyesuaiakan kondisi dan mereka terus berkembang,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER