BETANEWS.ID, SEMARANG – Beredar soal di buku pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terbitan PT Tiga Serangkai tahun 2020. Disebutkan, dalam soal buku itu, Pak Ganjar tidak pernah bersyukur. Setiap Idul Adha, tidak pernah berkorban dan tidak pernah sholat.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Seknas Jokowi Jawa Tengah, Bambang Mugiarto meminta Penerbit Tiga Serangkai harus bertanggung jawab. Karena ada potensi keresahan di dalam masyarakat akibat beredarnya konten tersebut.
“Ini berbahaya. Saya mencium ada nuansa politik praktis dalam materi buku. Mengarah pada doktrin politik kepada peserta didik. Meskipun tidak secara ekspilisit menyebut nama Ganjar Pranowo, tetapi soal seperti ini berpotensi menggiring tafsir kepada siswa bahwa nama Ganjar identik dengan Gubernur Jawa Tengah,” ujarnya.
Baca juga : PPKM Mikro Dilaksanakan, 158 Desa di Jateng Masuk Kategori Risiko Tinggi
Dia mengira ada potensi keresahan dimasyarakat akibat beredarnya konten soal tersebut. Oleh sebab itu, untuk mencegahnya, pihak kepolisian juga diharapkan peran aktifnya dengan memanggil pihak Tiga Serangkai, agar ada klarifikasi.
“Supaya jelas dan diketahui apa maksud dari konten soal yang menyebut nama Ganjar itu. Ini masalah serius. Karena soal-soal seperti ini membahayakna pikiran anak didik. Ini berarti, sama dengan membahayakan nasib negara,” imbuhnya.
Menurutnya, seharusnya, Penerbit Tiga Serangkai belajar dari kasus sebelumnya. Dia pernah juga diprotes keras oleh KPAI karena buku berbau masturbasi. Jika terus melakukan kesalahan, dirinya meminta agar tidak menyalahkan jika masyarakat bertindak.
Bambang juga meminta, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) untuk segera merespon kasus ini. Menurut dia, penerbit sebagai anggota terikat untuk menangani keluhan dari konsumen baik secara tertulis maupun lisan.
“Setau saya ada kode etik yang mengikat bagi penerbit. Sebagai anggota IKAPI, penerbit harus menghargai dan peduli terhadap kepentingan lingkungan dan sosial di masyarakat,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

