BETANEWS.ID, KUDUS – Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) optimistis masa depan prestasi panahan nasional semakin cerah. Pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang sejak usia dini, mulai dari kategori U-10 hingga U-18, untuk menyiapkan calon atlet berprestasi di level internasional.
Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PB Perpani, Abdul Razak, mengatakan sistem kompetisi berjenjang menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan karier atlet junior.
Menurutnya, atlet diharapkan terus naik kategori setiap tahunnya. Atlet yang sebelumnya bertanding di U-10 dapat naik ke U-13, kemudian U-15 hingga U-18.
“Kalau tahun lalu dia berkompetisi di U-10, tahun ini sudah main di U-13. Kalau tahun lalu di U-13, tahun ini main di U-15. Kita membuat kompetisi supaya atlet jangan cepat gantung busur karena bersaing di U yang sama terlalu banyak,” ujarnya.
Razak menyebut kategori U-10 dalam Kejurnas Junior baru digelar dalam sekitar dua tahun terakhir. Karena itu, para atlet yang saat ini masih berusia sangat muda diproyeksikan menjadi kekuatan Indonesia dalam satu hingga satu setengah dekade mendatang.
“Kita sudah menyiapkan atlet-atlet. Kalau U-10 ini, mungkin 10-15 tahun lagi Indonesia akan merasakan bagaimana atlet yang bertanding pada hari ini,” katanya.
Baca juga : Srikandi Merdeka Cup, Putri Nusantara Kalah Lagi, Singapura Jaga Asa Lolos Semifinal
Berbeda dengan kategori usia dini yang lebih berorientasi pada pemasalan, pembinaan pada kelompok usia lebih tinggi mulai diarahkan menuju prestasi. Atlet U-18 yang menunjukkan potensi dapat dipanggil untuk mengikuti seleksi nasional (selegnas).
“Kalau U-10 itu sistemnya pemasalan. Kalau U-18, kalau ada selegnas, mereka akan dipanggil untuk mengikuti selegnas. Artinya pembinaan sudah berada di langkah yang terakhir,” jelasnya.
Targetkan Indonesia Raya Berkibar di Level Internasional
Razak menilai pembinaan panahan Indonesia saat ini berjalan sesuai jalur. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun mental dan nasionalisme atlet sejak dini.
Selama mengikuti kompetisi, para atlet bahkan dibiasakan menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pagi.
“Sudah sembilan hari setiap pagi kita menyanyikan Indonesia Raya. Harapan kita suatu saat atlet ini akan mengumandangkan Indonesia Raya di luar negeri,” ungkapnya.
Ia berharap para atlet junior tersebut nantinya mampu menjadi wakil Indonesia di berbagai kompetisi internasional.
“Sepuluh sampai 15 tahun lagi, mereka akan mengumandangkan Indonesia Raya di level internasional,” imbuhnya.
Saat ini, PB Perpani juga tengah mempersiapkan 10 atlet untuk menghadapi agenda internasional. Enam atlet berasal dari divisi recurve dan empat atlet dari divisi compound untuk persiapan menuju ASEAN Games Nagoya pada September mendatang.
Sementara itu, untuk kelompok usia muda, Indonesia juga terus menyiapkan regenerasi atlet. Razak menyebut pihaknya telah melakukan persiapan untuk ajang Youth Olympic, meski Indonesia belum dapat mengirimkan wakil pada Youth Olympic Dakar 2026 karena persoalan peringkat dunia, meskipun skor atlet dinilai telah memenuhi.
“Harapan kita pada Youth Olympic yang akan datang, kita bisa mengirim atlet sebaik mungkin,” ujarnya.
Pembinaan Mulai Merata ke Luar Jawa
Selain memperkuat pembinaan usia dini, PB Perpani juga melihat perkembangan panahan di daerah semakin merata. Kompetisi tidak hanya didominasi provinsi-provinsi di Pulau Jawa.
Razak mencontohkan perkembangan panahan di Kepulauan Riau. Dalam kompetisi terakhir, atlet dari provinsi tersebut mampu menembus lima besar pada divisi compound maupun recurve.
“Semakin merata. Di luar Pulau Jawa sudah menggeliat. Terakhir kita lihat sendiri Kepulauan Riau, divisi compound dan recurve-nya ada di lima besar,” katanya.
Untuk mempercepat pemerataan prestasi, PB Perpani terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia pelatih di daerah.
Menurutnya, kualitas pelatih sangat berpengaruh terhadap perkembangan atlet. Dengan peningkatan kapasitas pelatih, diharapkan muncul atlet-atlet daerah yang mampu mencatatkan skor lebih tinggi dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Di level nasional, kompetisi antarklub juga terus disiapkan. Selain kompetisi dan kejuaraan daerah yang berlangsung di masing-masing provinsi, Kejurnas Antarklub rencananya digelar di Kota Jambi pada Desember mendatang.
Razak pun optimistis sistem kompetisi berjenjang yang kini terus dibangun akan menghasilkan lebih banyak atlet potensial.
“Kalau kompetisinya semakin merata, mulai U-10, U-13, U-15, sampai U-18, kita yakin suatu saat nanti bisa banyak atlet potensial di level internasional,” tandasnya.
Editor: Kholistiono

