BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Tari Lajur Caping Kalo dibawakan secara flashmob sebagai penutup Upacara Pengibaran Bendera di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Senin (17/8/2026). Tarian yang menggambarkan ketangguhan perempuan Kudus serta proses pembuatan kerajinan tradisional caping kalo tersebut dilakukan sebagai sosialisasi awal untuk memperingati HUT Kudus ke-477.
Apalagi, pada September mendatang, tari tersebut diagendakan untuk memecahkan rekor dengan peserta tari terbanyak.
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Arief Zuli Tanjung, menyampaikan bahwa flashmob yang dilakukan usai upacara bendera melibatkan seluruh peserta upacara. Di antaranya siswa SMP, SMA, MA, MTs, perguruan tinggi, instansi dinas, serta siswa SLB.
“Untuk jumlah peserta yang mengikuti flashmob kurang lebih ada 238 orang, termasuk siswa disabilitas. Tujuannya dilakukan Tari Lajur Caping Kalo secara flashmob, pertama untuk memeriahkan HUT RI ke-81, lalu menyosialisasikan Caping Kalo sebagai warisan budaya Kudus. Ini sebagai persiapan dalam rangkaian hari jadi Kudus yang nantinya akan kita gelar rekor MURI,” bebernya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Dalam keikutsertaan siswa mengikuti flashmob Tari Lajur Caping Kalo, kata dia, pihaknya ingin memberikan partisipasi dan kesempatan kepada semua kalangan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya memberikan ruang secara inklusif bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Baca juga : Usai HUT ke-81 RI, Bupati Jepara Targetkan Pelayanan Publik Makin Berkualitas
“Jadi kita membuktikan bahwa untuk ekspresi seni budaya itu tidak menghalangi aktivitas, ekspresi kesenian maupun di bidang kebudayaan bagi disabilitas,” jelasnya.
Langkah tersebut, menurutnya, dilakukan untuk menggalang partisipasi masyarakat sebagai persiapan memecahkan rekor MURI. Nantinya, pemecahan rekor MURI akan diikuti lebih banyak peserta, yakni dengan target minimal 477 orang.
“Jadi untuk keikutsertaan Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, serta tamu undangan dalam flashmob Tari Lajur Caping Kalo itu untuk memberikan semangat dan menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa tari khas Kudus ini sebagai warisan budaya kita,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

