31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Terkendala Dana, Hartopo Minta Kudus Dibangunkan Embung oleh Ganjar

BETANEWS.ID, KUDUS – Pada akhir 2020 hingga awal 2021 ini, bencana banjir terjadi berulang di Kabupaten Kudus. Namun, dari keseluruhan wilayah di Kota Kretek yang sering terdampak banjir adalah Kecamatan Kaliwungu dan Mejobo. Tidak hanya sering, tapi juga merupakan areanya paling luas terendam banjir. Entah banjir yang diakibatkan oleh curah hujan atau pun sungai yang meluap. Hingga ada wacana untuk membangun embung di dua kecamatan tersebut.

Plt Kabupaten Kudus HM Hartopo mengatakan, mengenai pembangunan embung di dua kecamatan di Kudus tersebut masih banyak kendala. Oleh sebab itu, tuturnya, ia tadi pagi titip pesan ke Baznas Provinsi Jawa Tengah agar disampaikan kepada Gubernur Ganjar Pranowo untuk dibangunkan embung.

HM Hartopo menyambut tim Baznas dari Provinsi Jateng. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Banjir di Kudus Meluas Hingga 10 Desa, Ketinggian Air Capai 2 Meter

-Advertisement-

“Tentang pembangunan embung saya tadi titip salam ke Baznas Jateng agar disampaikan ke Pak Gubernur untuk dibangunkan embung. Setidaknya yang kami usulkan dua wilayah di Kudus yang sering kebanjiran yakni di Kecamatan Mejobo dan Kecamatan Kaliwungu,” ujar Hartopo kepada awak media, Selasa (2/2/2021).

Dia mengatakan, sebenarnya pembangunan embung sudah direncanakan pada anggaran tahun 2020. Namun, karena ada pandemi, sehingga ada perubahan anggaran yang difokuskan untuk penanggulangan pandemi Covid – 19, sehingga menggagalkan rencana pembangunan embung. Untuk tahun ini juga sama. Apalagi sekarang ini tuturnya, peraturan menteri keuangan (PMK) yang baru, bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) tidak diperbolehkan untuk pembangunan insfratuktur.

“Intinya untuk pembangunan embung di Kudus ini kami terkendala dana,” tandasnya.

Hartopo menambahkan, khusus untuk pembangunan embung di Kecamatan Kaliwungu, ia juga sudah koordinasi ke beberapa anggota DPRD Kudus dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kaliwungu, agar pokok pikir (pokir) untuk pembangunan embung. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan.

“Harapannya teman – teman dewan yang punya Dapil Kaliwungu pokirnya untuk pembuatan embung. Sehingga harapan agar Kecamatan Kaliwungu punya embung sebagai pengendali banjir saat musim hujan, serta sebagai irigasi pada musim kemarau bisa terlaksana,” bebernya.

Disinggung berapa anggaran untuk pembangunan embung di Kecamatan Kaliwungu, suami dari Mawar Anggraeni itu berkata, untuk pembangunan satu embung dibutuhkan dana antara Rp 6 miliar sampai Rp 7 miliar. Dana tersebut meliputi pembangunan dan pembebasan tanah untuk lahan dibangunnya embung, dengan luas sekitar tiga hektare.

Baca juga : Banjir Setrokalangan Viral Hingga Nasional, Baznas Terjun Salurkan Ratusan Paket Bantuan

Menurutnya, pembangunan embung bisa lebih murah jika tidak usah membebaskan lahan. Misal menggunakan bengkok desa. Namun, hal itu bukan jadi tujuannya. Dia mengusahakan agar pembangunan embung tetap ada pembebasan lahan, sebab embung itu kan selamanya dan sekaligus jadi aset pemerintah Kabupaten Kudus.

“Sebenarnya kalau tidak membebaskan lahan biaya pembangunan embung menelan biaya lebih murah, antara Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar dengan luas yang sama,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER