Gagal Berulang hingga Habiskan 1 Kuintal Jagung, Iringi Harmoko Rintis Pembibitan Jamur

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam dapur sebuah rumah di Gang Mbagusan, Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak seorang pria sedang sibuk. Pria tersebut terlihat membuka sebuah tungku menggunakan kunci. Setelah terbuka, ratusan botol berisi jagung utuh dikeluarkan dari dalam tungku. Pria tersebut yakni Harmoko (29) pemilik usaha produksi bibit aneka jamur.

Seusai menyelesaikan pekerjaannya, Harmoko sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia menuturkan, mulai produksi bibit jamur tiram dan kuping dari F0, F1 dan F2 sejak 2019. Sebelumnya, pada tahun 2018 ia mengaku sudah punya usaha pembuatan baglog jamur tiram, tapi untuk bibitnya masih beli dari orang lain. Dia pun penasaran agar bisa memproduksi bibit jamur.

Dua orang sedang membeli bibit jamur yang diproduksi oleh Harmoko. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Permintaan Tinggi, Ide Harmoko Rintis Budi Daya Jamur Tiram Kini Makin Sukses

-Advertisement-

“Saya belajar membuat bibit jamur itu otodidak. Belajarnya dari Google, Youtube dan sharing sama teman. Namun kebanyakan itu masih banyak yang disembunyikan. Sehingga saya pun nekat saja untuk uji coba pembuatan bibit jamur dengan membeli satu unit auto clave seharga Rp 5 juta,” ujar Harmoko kepada Betanews.id, Selasa (12/1/2020).

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kudus itu menuturkan, karena pembuatan bibit jamur secara otodidak, ia harus melakukan banyak uji coba. Gagal berulang adalah hal biasa. Bahkan ia sampai menghabiskan hingga satu kuintal jagung untuk uji coba, sampai pembuatan bibit jamurnya berhasil.

Lebih lanjut kata dia, setelah berhasil ia pun menggunakan bibit jamur tersebut untuk baglog yang ia produksi. Selain itu, bibit jamurnya pun ia pasarkan lewat sosial media Facebook dan Instagram. Ia mengaku memproduksi bibit jamur tiram putih, jamur tiram coklat dan bibit jamur kuping. Mulai dari F0, F1 serta F2.

“Untuk harganya saya banderol berbeda. Bibit jamur F0 saya jual dengan harga Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per botol. F1 harganya Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu per botol serta bibit jamur F2 harganya Rp 7 ribu perbotol,” rinci pria yang sudah dikaruniai satu anak tersebut.

Dia menuturkan, karena usaha pembuatan bibit jamur adalah usaha sampingan, ia pun memproduksinya sepekan sekali. Biasanya setiap produksi bisa menghasilkan 100 hingga 120 botol bibit jamur. Menurutnya, bibit – bibit jamur itu pun biasanya langsung laku. Peminatnya pun banyak, selain para pemilik usaha pembuatan baglog dan para petani jamur di Kudus, juga ada orang Demak, Pati, Purwodadi, Ponorogo hingga Kalimantan.

“Biasanya bibit jamur itu langsung laku, karena memang banyak peminatnya dan bahkan seringnya itu pesanan,” ungkapnya.

Baca juga : Bibit Jamur Tiramnya Bergaransi Pasti Tumbuh, Harmoko Kini Bisa Jual 4 Ribu Baglog Sebulan

Pria yang menamai usahanya DJavas Mushroom itu mengatakan, bibit jamur tiram dan jamur kuping yang ia produksi tersebut bergaransi. Bibit gagal tumbuh akan diganti. Dia berharap, bibit jamurnya makin diminati dan makin laris. Serta lebih banyak lagi para petani jamur.

“Harapannya, semoga saja usaha saya makin lancar. Bibit jamur saya makin diminati dan makin laris serta makin banyak lagi orang yang jadi petani jamur tiram maupun jamur kuping,” harap Harmoko.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER