Bisnis Biro Wisata ke Bali Tertunda Karena Pandemi, Kevin Sukses Rintis Jasa Persewaan Motor

BETANEWS.ID, KUDUS – Di teras sebuah rumah nomor 74 yang berada di Perumahan Megawon Indah, Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak seorang perempuan sedang mengelap sepeda motor. Dengan telaten ia mengelap bagian motor yang dianggapnya terlalu kotor. Perempuan tersebut yakni Kevin Sandra (22) pemilik usaha persewaan motor Dysantrans.

Seusai mengelap motor, perempuan yang akrab disapa Kevin itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, mulai merintis usaha persewaan motor sejak enam bulan yang lalu. Menurutnya, sebelum ada pandemi, ia dan suaminya berencana buka usaha biro perjalanan wisata Kudus – Bali. Sebelum membuka usaha tersebut, terlebih dulu observasi ke Pulau Dewata.

“Saat ke Bali bersama suamiku, di sana kami melihat banyak banget usaha persewaan motor. Kata salah satu pemilik usaha, bisnis persewaan motor di Bali peminatnya banyak dan hasilnya juga gede,” ujar Kevin kepada Betanews.id, Selasa (29/12/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Untung Menggiurkan dari Jasa Cuci Sepatu, Shoescareku.id Bisa Terima 100 Pasang Sebulan

Perempuan yang sudah dikaruniai satu anak itu menuturkan, karena ada pandemi usaha biro wisatanya ditunda. Namun dari Pulau Dewata, ia menemukan ide untuk merintis usaha persewaan motor di Kudus. Dia pun memulai usaha persewaan motor dengan satu unit motor yakni Honda PCX. Usahanya itu dipasarkan lewat media sosial facebook dan instagram.

“Awal merintis usaha itu kami langsung diberi cobaan. Motor kami disewa, tapi malah digadaikan sama penyewanya seharga Rp 8 juta. Untungnya motor bisa ketemu dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, awal membuka usaha persewaan motor itu sebenarnya diperuntukkan untuk para wisatawan atau para peziarah yang datang ke Kudus. Namun, ternyata peminatnya banyak, bahkan warga kudus sendiri.

Lebih lanjut, kata dia, dari kejadian yang menimpanya itu, tak membuatnya kapok. Malah ia belajar jadi kejadian itu agar lebih berhati – hati dan berusaha mengetahui latar belakang dari penyewa motornya. Sebab, penggelapan dan kendaraan digadaikan memang bagian dari risiko usahanya.

“Setiap pekerjaan dan usaha pasti ada risikonya. Kita hanya berusaha menekan sekecil mungkin risiko tersebut,” ucapnya.

Dia menuturkan, saat ini Dysantrans tersedia sembilan armada yang disewakan. Tujuh unit motor milik pribadi, sedangkan yang dua unit titipan dari rekan. Di antaranya jenis motor matik, trail atau trabas, dan vespa. Untuk harga sewa mulai Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu per 24 jam. Harga tersebut tergantung dari jenis dan keadaan motor.

“Untuk estimasi waktu sewa minimal 12 jam dan yang paling lama itu sewa untuk sepekan. Kami tidak menerima tawar menawar harga dan sewa bulanan. Sebab kami khawatir kalau sewa bulanan akan rawan kecurangan dan penyelewengan,” bebernya.

Baca juga : Zibi Leather, Tempatnya Tas Kulit Keren dan Berkualitas

Menurutnya, selama ini peminat orang yang sewa motor sangat banyak. Bahkan bookingan orang sewa itu sampai antre. Oleh sebab itu, biasanya jika penyewa akan memperpanjang itu agak susah, sebab memang sudah diantre oleh penyewa selanjutnya.

“Sebenarnya kami kewalahan melayani orderan, sebab memang kendaraannya masih terbatas. Harapan bisa lebih berkembang, bisa menambah armada. Sebab ada beberapa pelanggan yang bertanya motor sport,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER