BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria paruh baya tampak sedang menggambar pola pada kain warna hitam di dalam bangunan di Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Setelah terpola, kain tersebut kemudian dipotong sesuai gambar, terus diberikan ke penjahitnya. Pria tersebut yakni Mashadi (52) pemilik Alvin Tailor.
Dia mengatakan, dalam menjalankan usahanya di bidang jahit, kendala beberapa tahun terakhir yang dialaminya adalah susahnya cari tenaga jahit. Menurutnya, hal itu terjadi sejak di Jepara banyak perusahaan perusahaan garmen, sepatu dan lainnya yang buka di Jepara. Sehingga para tenaga jahit itu lebih memilih kerja di perusahaan – perusahaan tersebut.

“Sejak ada pabrik di Jepara cari tenaga jahit susah. Kebanyakan mereka lebih memilih kerja di pabrik,” ujar Mashadi kepada Betanews.id, Senin (21/12/2020).
Baca juga: Tak Mau Kerja Ikut Orang Terus, Mashadi Rintis Usaha Jahit yang Kini Terkenal Berkualitas
Pria yang sudah dikaruniai tiga anak itu menuturkan, berbeda dengan masa sekarang yang susah cari tenaga jahit. Pada masa dulu tenaga jahit tidak usah mencari. Bahkan mereka itu banyak yang datang untuk melamar kerja.
“Kalau sekarang boro-boro ada yang datang melamar kerja jadi tenaga jahit. Wong dicari dan ditawari banyak yang tidak bersedia,” ungkapnya.
Dia mengatakan, saat ini Alvin Tailor ada tujuh tenaga jahit. Semua pekerja tersebut dibayar dengan sistem borong. Dia mengaku, tenaga jahit yang bekerja di Alvin Tailor punya kinerja sangat bagus. Karena memang Alvin Tailor itu dikenal dengan jahitan yang berkualitas. Hasilnya rapi, kuat, dan tidak mudah rusak.
“Hasil aneka jenis pakaian di Alvin Tailor itu jahitannya rapi, kuat, dan tidak mudah rusak. Terus tepat waktu sesuai perjanjian. Hal itulah yang menjadikan Alvin Tailor punya banyak pelanggan,” ungkapnya.
Baca juga: Beberapa Kali Lamaran Kerja Ditolak, Naini Kini Sukses dengan Usaha Menjahit
Dia menuturkan, dari hasil dan kualitas jahit yang bagus tersebut, pelanggan Alvin Taylor selain perorangan juga banyak yang dari instansi pemerintahan kabupaten, pemerintahan desa, sekolahan, rumah sakit, dan lainnya. Biasanya orderan dari instansi itu bisa puluhan buah.
“Saat ini kami lagi ada banyak orderan pembuatan jas dari beberapa sekolah di Kudus. Serta seragam beberapa dinas Kabupaten Kudus dan pemerintahan desa di Kecamatan Kaliwungu,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

