BETANEWS.ID, KUDUS – Rangkaian kegiatan perayaan Natal tahun 2020 di Gereja Santo Yohanes Evangelista Kudus sudah dimulai. Gereja Katolik tersebut sudah menggelar acara misa adven sejak 17 November 2020. Rangkaian tersebut akan berlangsung hingga malam puncak pada 24 Desember 2020.
Penyelenggara Katolik pada Kementerian Agama Kabupaten Kudus Emanuel Bambang Widyanarko, mengatakan, Natal tahun 2020 merasa banyak kehilangan. Karena proses perayaan Natal tahun ini dirayakan secara daring.
“Kami kehilangan banyak. Ketika liturgi kan kami semua dimanjakan, mata, telinga, perasaan kami. Ketika mendengar lagu, betapa kemuliaan Tuhan. Kami nggak bisa lagi menyatakan secara bersama-sama secara meriah,” keluhnya saat ditemui betanews.id, beberapa hari yang lali.
Baca juga: Kemenag Kudus Pastikan Gereja Katolik Rayakan Natal 2020 dengan Prokes Ketat
Ia melanjutkan, saat proses perayaan juga ada pembagian roti. Menurutnya, Gereja lahir dari pemecahan roti tersebut. Karena dari sana memiliki makna saling berbagi.
“Karena daring, jadi kami tidak bisa memakan langsung rotinya. Karena gereja itu lahir dari pemecahan roti dan saling berbagi. Ketika tidak bisa menyambut itu, ya hanya bisa komuni batin. Itulah sendi-sendi yang biasanya rutin normal sekarang menjadi tidak mungkin dan terbatas,” katanya.
Selain proses pembagian roti, di sana juga ada estafet lilin, kemudian masuk ke Gereja. Ia juga mengaku kehilangan suasana meriah suara anak-anak saat lampu dimatikan dan dinyalakan lagi.
“Terus nanti melihat perayakan bayi Yesus yang dibawa imam ke kandang. Kita bisa menghirup aroma dupanya, ada warna dan aroma kan sangat terasa. Jadi kami merasa kehilangan banyak. Biasanya ketika kami melakukan dan berubah menjadi online kan seperti main game,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

