BETANEWS.ID, KUDUS – Di Command Center Dinas Kominfo Kabupaten Kudus, tampak sejumlah orang mengikuti acara penyerahan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2020 via konferensi video. Usai acara, seorang pria mengenakan batik berwarna hijau terlihat membawa piagam penghargaan. Ia adalah Kiswo, Kepala Desa Berugenjang yang dinobatkan sebagai Kepala Desa Terbaik Kabupaten kategori Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).
Sambil memegang piagam dari Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI itu, Kiswo berbagi cerita kepada betanews.id tentang cara mengatasi BABS di desanya. Yang pertama, dia mewajibkan bagi warga miskin yang mendapat bantuan dan membangun rumah untuk membuat jamban. Dan yang kedua, pihak desa memastikan sarana air bersih ke seluruh warga.

Baca juga : Sabet Penghargaan Kades Terbaik, Hartopo : ‘Pak Kiswo Bisa Jadi Inspirasi Desa Lain’
“Di tempat kami menggunakan Pamsimas mandiri, karena PDAM tidak masuk ke desa kami. Kami juga menyediakan jamban untuk umum, di SD, balai desa, masjid dan madrasah juga ada. Untuk anggaran, dari berbagai sumber, ada APBN, APBD Provinsi, APBD Pemkab, dan Dana Desa,” terangnya, Jumat (13/11/2020).
Ia juga memastikan, bahwa saat ini seluruh rumah di Desa Berugenjang sudah memiliki jamban. Awalnya, Kiswo menyasar di titik lokasi yang biasa digunakan untuk buang air besar. Kemudian, lokasi tersebut dibersihkan dan dipasang imbauan.
“Kalau sudah bersih kan mereka ada rasa malu mau buang air di sana. Setiap ada pertemuan juga kami terus melakukan sosialisasi. Ada sekitar 550 KK, dan semua sudah memiliki jamban sekarang,” kata anak keempat dari enam bersaudara itu.
Kiswo mengaku tidak menyangka bisa mendapat penghargaan tersebut. Sejak dilantik periode pertama Tahun 2014, dia memang sudah berupaya mencukupi kebutuhan air bersih. Menurutnya, kebutuhan air bersih di sana sudah aman meski ada kemarau panjang.
“Kalau berpikir air bersih sudah sejak saya dilantik Tahun 2014. Jadi saat itu saya sudah fokus dengan penmbangunan sarana air bersih menggunakan Pamsimas. Sekarang sudah ada tiga sumur dan dua toren. Jadi untuk kebutuhan air bersih meski ada kemarau panjang kita masih aman,” jelasnya.
Baca juga : Pemkab Kudus Raih Penghargaan STBM Berkelanjutan Award 2020
Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengungkapkan, jika Desa Berugenjang bisa menjadi contoh bagi desa yang lain. Meski setiap tahun Pemkab Kudus ada pengadaan jamban, ia berharap pihak desa tidak hanya menunggu bantuan.
“Desa yang lain bisa studi banding ke Berugenjang nanti. Meski termasuk desa yang berada di ujung, tapi bisa mengentaskan persoalan BABS dan mendapat penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

