BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria berkaus hitam terlihat mengaduk adonan semen di sebuah bangunan semi permanen masuk Desa Prambatan Lor RT 2 RW 1, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Setelah adukan itu jadi, ia lalu membawanya pada pria berkaus cokelat yang berada tak jauh darinya. Di tangan pria terakhir itu, bahan tersebut kemudian dicetak dengan mal-malan yang tersedia. Pria berkaus cokelat itu adalah Adi Setiyanto (31), anak pemilik produsen loster Cahaya Mandiri.
Seusai mencetak loster, pria yang akrab dengan sapaan Adi itu sudi berbagi kisah kepada betanews.id, tentang usaha produksi loster milik orang tuanya. Dia mengatakan, usaha tersebut dirintis sejak 2014. Pada awal produksi, loster buatan orang tuanya itu sering tidak laku saat dititipkan di toko bangunan. Menurut mereka, kualitas loster putih tersebut tidak kuat dan dianggap tidak dicampuri semen.

Lambat laun, dengan berbagai upaya pengenalan kepada orang-orang, akhirnya losternya itu semakin diminati dan akhirnya sudah berkembang cukup besar seperti sekarang ini. Bahkan, pelanggannya kini datang dari berbagai daerah, seperti Kudus, Jepara, Semarang, Ungaran, Purwokerto, dan Banjarnegara.
“Alhamdulillah, sudah mempekerjakan 4 orang saudara. Dengan usaha ini semoga bisa membantu meringankan beban saudara saya dalam mencari nafkah untuk keluarganya,” ungkap pria yang dikarunia dua orang anak tersebut, Sabtu (7/11/2020).
Baca juga: Ingin Hidup Layak Usai Menikah, Riyanto Rintis Usaha Loster dan Ornamen Masjid
Lebih lanjut Adi menjelaskan, Cahaya Mandiri memproduksi berbagai macam loster dengan mayoritasnya berwarna putih. Tempatnya juga menjual yang warna hitam, sesuai dengan permintaan konsumen. Bahan yang digunakannya adalah pasir putih, semen putih, dan semen hitam.
“Pasir putih tersebut didatangkan langsung dari Tuban, Jawa Timur. Semen putih untuk campuran pembuatan loster berwarna putih. Sedangkan semen hitam untuk campuran loster hitam,” bebernya.
Adi lantas merinci berbagai tipe loster produksinya yang kurang lebih ada 15 macam. Di antaranya meliputi loster lis, loster krepyak, loster woven, loster oval, loster layang, loster minimalis, loster kotak ulir, loster matahari, loster jupiter, loster lobet, loster ger, loster laba-laba, loster ornamen, dan lain sebagainya.
Menurut Adi, loster ornamen tersebut ada banyak jenisnya dan dari segi ukuran pun juga berbeda-beda, termasuk harganya. Untuk loster harga Rp 6 ribu per biji meliputi loster lis, loster oval, loster layang, loster minimalis, loster laba-laba, dan loster ulir. Sedangkan yang Rp 8 ribu ada loster krepyak, loster matahari, loster jupiter, loster lobet, dan loster ger. Kemudian harga Rp 18 ribu ada loster woven.
Baca juga: Terkenal Awet Serta Mewah, Batu Paras Ukir Makin Berkibar
“Sedangkan untuk jenis loster ornamen harganya berbeda mulai dari Rp 6 ribu hingga Rp 45 ribu, tergantung dari ukuran, bentuk, dan tingkat kerumitan jenis loster ornamen tersebut. Harga tersebut untuk 1 buah loster,” bebernya di tempat produksi Cahaya Mandiri yang buka mulai pukul 7.00 WIB hingga 16.30 WIB itu.
Adi menambahkan, setiap hari pihaknya bisa memproduksi hingga 400 loster. Setiap bulannya ia bisa mengirim hingga 250 peti ke berbagai daerah yang satu petinya berisi 10 loster.
“Semoga usaha orang tua saya ini semakin berkembang, maju, dan lancar,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

