BETANEWS.ID, PATI – Di sebelah jalan raya Pati-Kudus tepatnya Dukuh Bungkuk, Desa Wangunrejo, RT 01 RW 02, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, tampak sebuah rumah yang di depannya terdapat kandang kelinci. Di dalam kandang tersebut, puluhan kelinci terlihat menggemaskan. Berada dekat kandang itu, seorang pria sedang membersihkan kandang sambil memberi makan kelinci tersebut. Pria itu adalah Henri Surahman (35) pemilik peternakan kelinci Truwelu Rabbit.
Ditemu usai merawat kelincinya, Henri, sapaan akrabnya bersedia berbagi kisah di peternakan yang ia rintis pada 2008 lalu itu. Ia tertarik untuk berternak kelinci karena selain menggemaskan, kelinci juga memunyai nilai ekonomi yang lumayan menghasilkan.

“Dulu karena seneng lihat kelinci, lucu dan menggemaskan, kelinci juga menghasilkan,” ujar Henri pada Betanews.id, Kamis (5/11/2020).
Kelinci yang Henri punya dulunya hanyalah kelinci jenis pedaging. Namun sekarang, ia sudah mulai menekuni jenis kelinci hias atau kontes. Beberapa jenis diantaranya adalah New Zealand white atau biasa disebut NZ, jenis rex, jenis anggora, serta jenis bligon atau jenis kelinci yang didapatkan dari hasil persilangan.
Baca juga: Untung Gede dari Budi Daya Ikan Koi, Sebulan Rozikan Bisa Jual 10 Ribu Bibit
Menurut Henri, merawat kelinci tidak terlalu sulit. Yang paling penting adalah jangan sampai kelinci menjadi stres. Caranya ialah selalu memastikan suhu tetap sejuk dan juga membersihkan kandang setiap harinya. Selain itu, asupan nutrisi kelinci juga harus selalu dijaga dengan memberikan makanan khusus berupa pelet agar asupan nutrisinya terjaga.
“Selan itu, pemberian minuman juga dicampur dengan jamu setiap seminggu sekali. Kelinci juga rawan stres dan terkena penyakit scabies sehingga kelinci diberi jamu untuk meminimalisir stres dan juga disuntik dengan obat anti scabies,” bebernya.
Proses perkembangbiakan yang dipakai oleh Henri menggunakan sistem reli atau sistim genjot yang dapat menghasilkan proses perkembangbiakan yang lebih cepat pada kelinci. Dengan menggunakan sistem ini, kelinci dapat beranak sebulan sekali sehingga sangat cepat untuk memenuhi target penjualan.
Henri menjual kelincinya ke pengepul kelinci untuk jenis kelinci pedaging karena banyak yang mengolah daging kelinci untuk dijadikan sate. Selain itu, pembeli juga bisa datang langsung ke kediamannya untuk membeli jenis kelinci hias dan memilih kelinci yang mereka suka.
Baca juga: Ingin Kawinkan Kucing tapi Tak Ada Pasangan, Bawa Saja Ke ATH Pet Shop
“Rata-rata saya jual ke pengepul kelinci untuk yang kelinci pedaging, kalau untuk kelinci hias biasanya pembeli yang datang sendiri ke sini supaya bisa memilih yang mereka suka,” ujarnya.
Harga yang Henri patok untuk kelinci peliharaannya relatif terjangkau tergantung jenis kelinci dan usia serta beratnya. Untuk anakan usia dua bulan ia patok dengan harga mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribuan.
“Untuk kelinci dewasa yang sudah siap beranak dijual sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribuan,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

