BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam sebuah kedai bakso yang beralamat di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus tampak dua perempuan sedang sibuk menyajikan bakso. Setelah jadi, bakso tersebut dihantarkannya ke pelanggan yang sudah menunggu. Di bagian lain terlihat perempuan lainnya sedang menyajikan es buah untuk pelanggan tesebut. Tempat itu yakni Kedai Bakso Semar Mesem yang selalu jor – joran promo dan diskon harga.
Pemilik Kedai Bakso Semar Mesem yakni Hilya Ahyani (37) menuturkan, sejak buka pada Bulan Juni 2020, kedai baksonya memang sudah jor – joran promo maupun diskon potongan harga. Bahkan promonya itu hingga makan gratis untuk jenis bakso tertentu dan untuk orang dengan kriteria tertentu. Namun kata dia, kriteria orang untuk mendapatkan makan bakso gratis di Kedai Bakso Semar Mesem itu tidak susah. Serta orang yang masuk kriteria itu banyak banget.

Baca juga : Menu Anti Mainstream di Kedai Bakso Semar Mesem, Ada Bakso Pelakor hingga Janda Ngamuk
“Ada belasan kriteria orang yang bisa mencicipi bakso gratis di kedai kami. Mereka yang termasuk dalam belasan kriteria itu akan berhak menikmati Bakso Jomblo gratis seharga Rp 10 ribu seporsi. Kalau ingin menu bakso lainnya pelanggan cukup bayar kekurangan harganya saja,” ujar perempuan yang akrab disapa Nanik kepada betanews.id, Minggu (18/10/2020).
Perempuan warga Dukuh Kalilopo, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu merinci kriteria dan syaratnya. Antara lain, orang yang sedang ulang tahun. Bila ada orang yang ulang tahun pada hari tersebut dan orang itu bisa membuktikan lewat kartu tanda penduduknya (KTP). Maka orang tersebut berhak menyantap Bakso Jomblo. Selain itu ada perempuan hamil, syaratnya mereka hasil tes USG atau buku kehamilan.
Kemudian ada aniversary pernikahan, mereka cukup bawa buku nikah. Termasuk juga orang yang kena tilang polisi, mereka cukup bawa surat tilang dari kepolisian. Guru ngaji, para ustadz tersebut harus bawa rekaman video ia mengajar ngaji durasi sekitar 30 detik. Kemudian mereka para disabilitas juga berhak makan gratis bakso di Kedai Bakso Semar Mesem.
Lebih lanjut, tuturnya ada lagi yakni guru honorer. Mereka cukup bawa foto kopi surat keterangan (SK) minimal sudah mengabdi lima tahun. Orang dengan mata minus, syaratnya mereka bisa bawa surat dari dokter atau dari optik. Terus ada juga anak kembar, yatim piatu perorangan tidak dari yayasan. Kepala sekolah, siswa berprestasi ranking satu. Serta ada lagi itu mahasiswa yang skripsinya dicorat – coret dosen.
“Pokoknya mereka yang masuk dalam kriteria tersebut dan bawa buktinya mereka berhak makan gratis Bakso Jomblo di kedai kami,” tandasnya.
Perempuan yang sudah dikaruniai empat anak itu mengatakan, selama ini hampir semua orang dari kriteria yang disebutnya di atas sudah memanfaatkan promo makan gratis Bakso Jomblo. Menurutnya, yang belum ada itu tiga kriteria yakni dosen, anak kembar, dan mahasiswa skripsi dicorat – coret dosen. Saat disinggung, dengan promo tersebut ia menegaskan jika hal itu tidak menjadikannya rugi.
Baca juga : Bakso Lobster, Kuliner Hits Seharga 40 Ribu di Bakso King
Menurutnya, sehari paling banyak yang datang memanfaatkan promo itu sekitar lima orang. Terkadang paling satu atau dua orang saja. Bahkan terkadang juga tidak ada orang yang datang memanfaatkan promo tersebut. Bahkan kalau tidak ada yang datang, dia sampai menanti dan berharap kedatangan mereka. Intinya itu masih banyak pelanggan yang datang membeli bakso dengan harga normal.
“Tujuan saya memberikan promo makan bakso gratis kepada masyarakat, ya untuk mengapresiasi kepada mereka yang masuk kriteria. Selain itu untuk berbagi dan menghibur atau mengurangi rasa sakit hati mereka yang masuk kriteria sedih,” ujar Nanik yang mengaku Kedai Bakso Semar Mesem mampu menjual bakso 60 porsi sehari.
Editor : Kholistiono

