BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa karyawan terlihat sedang mengiris jenang yang sudah dingin di sebuah rumah masuk Desa Temulus RT 2 RW 6, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Setelah teriris kecil-kecil, jenang itu dikemas dengan plastik. Di sisi lain, seorang pria berbaju batik tampak sedang membantu membungkus jenang yang sudah ditimbang. Ia adalah Ali Esmanto (28), pemilik usaha Jenang Armina.
Ali, sapaan akrabnya kemudian sudi berbagi cerita kepada betanews.id tentang usahanya. Dia mengatakan, Jenang Armina yang meneruskan usaha ibunya itu memiliki keunggulan dari pada jenang lainnya, yaitu teksturnya lebih kenyal dan rasanya yang legit.

“Kebanyakan pembeli yang berlangganan menyebutkan kalau produksi jenang di sini teksturnya kenyal dan rasanya yang legit. Mayoritas pelanggan dari Kecamatan Mejobo, Dawe, dan Jekulo. Sebagian juga dari beberapa daerah di luar Kudus meliputi, Jepara, Demak, dan Pati,” beber pria yang dikarunia dua orang anak itu, Rabu (14/10/2020).
Baca juga: Mubarok Buat Cokelat Jenang Bentuk Menara, Bisa Sekaligus Belajar Sejarah
Jenang Armina, lanjut Ari mempunyai berbagai varian rasa, meliputi wijen, kelapa muda, pandan, coklat susu, durian, anggur, pisang ambon, jahe, nanas, stroberi, dan sirsak. Harganya pun relatif murah hanya Rp 25 ribu per kilogram. Jika dikemas dengan mika satu pak kurang lebih berukuran setengah kilogram.
Untuk pemasaran, Jenang Armina sudah bisa ditemui di beberapa kota dan kabupaten di seluruh pulau Jawa, seperti Semarang, Magelang, Solo, Klaten, Sragen, Gunung Kidul, Purwodadi, Jepara, Ngawi, Mediun, Ponorogo, Pacitan, Tergalek, Kediri, Malang, Lamongan, Pasuruhan, Tuban, Bojonegoro, Blora, Rembang, dan Pati. Semua dititipkan di toko toko pusat oleh-oleh, terminal, dan pasar.
“Selain pemasaran yang dititipkan di beberapa daerah, Jenang Armina juga dipasarkan melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram,” kata Ali yang meneruskan usaha Ibunya itu.
Baca juga: Tak Hanya Sirup, Sumarlan juga Buat Teh Parijoto yang Kini Banyak Digemari Konsumen
Setiap harinya, Ali mampu memproduksi jenang sebanyak 200 kilogram hingga 300 kilogram. Bahkan sebelum adanya Covid-19, produksinya bisa mencapai 500 kilogram.
“Saya berharap semoga usaha ini kedepannya bisa semakin berkembang, supaya bisa membuka outlet atau toko yang dekat jalan raya,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

