BPBD Siapakan Berbagai Jurus untuk Antisipasi Bencana di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus sudah melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi bencana yang akan terjadi di musim penghujan. Persiapan tersebut dari mulai mempersiapkan para relawan hingga memetakan potensi daerah yang rawan bencana.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus, Wiyoto menuturkan, pihaknya sudah menyiagakan relawan BPBD di setiap desa dan kecamatan. Menurutnya, para relawan akan bergerak cepat jika terjadi bencana seperti tanah longsor, banjir dan lainnya.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus, Wiyoto saat menjelaskan potensi bencana di Kabupaten Kudus. Foto: Imam Arwindra.

“Kalau relawan banyak. Dari desa ada, dari Forum BPBD juga ada,” tuturnya, Selasa (13/10/2020).

-Advertisement-

Wiyoto menjelaskan, pihaknya juga sudah melakukan pembinaan kepada beberapa desa untuk membuat desa tangguh bencana. Seperti di Dukuh Kambangan Desa Menawan, Desa Japan, dan Desa Rahtawu.

“Orang-orangnya (relawan) sudah terlatih. Paling tidak per desa sekitar 50 orang,” jelasnya.

Baca juga: Tanah Longsor Terjadi 25 Kali di 2020, Gebog dan Dawe Paling Rawan

Selain itu, saat bencana terjadi, pihaknya juga akan melakukan operasi gabungan dengan Organisasi Perangkat Desa (OPD) terkait, TNI, Polri, pimpinan kecamatan dan para relawan dari organisasi kemasyarakatan.

“Jadi memang menggabung semua ada ormas juga,” tuturnya.

Wiyoto melanjutkan, pihaknya juga memiliki layanan Unit Siaga Darurat Bencana (U-Garuda 112). Menurutnya, jika dalam kondisi darurat masyarakat dapat menghubungi nomor 112 untuk kondisi darurat. Selain itu, semua relawan juga terhubung dengan Radio Handy Talkie (HT) yang pusat informasi berada di Kantor BPBD Kudus.

“Jadi setiap hari bisa memantau situasi di setiap wilayah. Selain itu juga kami juga ada grup WA (Whatsapp),” jelasnya.

Baca juga: Waspada! Tujuh Kecamatan di Kudus Rawan Bencana Saat Musim Hujan

Selain sarana, prasarana, dan sumber daya manusia (SDM) yang sudah dipersiapkan, pihaknya juga sudah memetakan potensi bencana yang akan terjadi terutama dengan adanya fenomena La Nina.

“Kalau tanah longsor di daerah (kecamatan) Gebog dan Dawe. Karena daerah sana daerah gunung banyak pemukiman,” tuturnya.

Sementara untuk banjir di Kecamatan Mejobo, Undaan, Jekulo, Jati, dan Kaliwungu. Menurutnya, banjir sering terjadi karena tingginya curah hujan dengan durasi yang cukup lama sehingga kapasitas air pada saluran air dan sungai telalu besar. Akhirnya meluap hingga merendam pemukiman.

“Intinya BPBD siap selalu. Masyarakat aman dan nyaman, kami selalu siap hadir bersama relawan,” tandas Wiyoto.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER