BETANEWS.ID, KUDUS – Sedikitnya terdapat 11 kasus kematian ibu melahirkan di Kudus. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19.
Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Muslimah menuturkan, jumlah 11 kasus ibu melahirkan tersebut terjadi dari periode Januari 2020 hingga awal Oktober 2020. Menurutnya, karena sedang dalam kondisi pandemi Covid-19, empat orang di antaranya meninggal terkonfirmasi positif Covid-19.
Baca juga : Kudus Tertinggi, Inilah 5 Daerah di Jateng dengan Jumlah Pelanggar Prokes Paling Banyak
“Ibu hamil kan termasuk kelompok yang rentan dengan Covid-19. Maka memang harus diwaspadai,” tuturnya, Selasa (6/10/2020).
Selanjutnya, dari 11 kasus ibu yang meninggal saat melahirkan, tidak semua dari anaknya juga meninggal. Menurut Muslimah, dari 11 kasus, hanya tiga anak yang meninggal, sementara sembilan orang anak bisa tertolong.
“Meninggalnya, bayi posisi masih di dalam perut. Jadi posisi sudah di rumah sakit dengan penanganan yang maksimal,” jelasnya.
Sebenarnya, kata Muslimah, kasus risiko kematian ibu melahirkan di Kudus cukup tinggi. Yakni 28 persen dengan angka normal di bawah 20 persen. Masalah yang terjadi, yakni pasien terlalu muda di bawah 20 tahun, terlalu tua di atas 35 tahun, terlalu banyak lebih dari tiga anak dan terlalu sering kurang dari dua tahun.
“Jadi masalahnya 4T. Terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak dan terlalu sering,” tambahnya.
Selain itu, faktor risiko kematian ibu melahirkan juga karena terkena Anemia, ukuran Lingkar Lengan Atas (Lila) kurang dari 23,5 sentimeter dan memiliki penyakit kronis. Penyakit kronis yang biasa diderita pasien biasanya, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, asma dan kencing manis. Penyakit tersebut akan memperberat kondisi ibu bayi.
“Ibu dengan kondisi buruk, anaknya juga bisa buruk. Hampir dipastikan seperti itu. Makanya saat kondisi hamil jalan tiga bulan, ibu harus banyak-banyak makanan bergizi,” jelasnya.
Muslimah menjelaskan, dengan risiko kematian ibu melahirkan yang cukup tinggi, juga hingga saat ini masih kondisi pandemi, pihaknya meminta agar ibu hamil selalu mengikuti arahan dari bidan dan dokter.
Baca juga : Paska Melahirkan, Ibu Asal Kudus Positif Covid-19
Pihaknya juga telah memberikan imbauan untuk segera melaksanakan isolasi mandiri satu bulan sebelum melahirkan. Karena menurut Muslimah, saat itu pasien yang bekerja sudah mengambil libur cuti. “Ibu hamil itu sangat rentan sekali. Terutama dengan Covid-19,” tuturnya.
Selanjutnya, DKK juga sering melakukan skrining tes rapid maupun swab akan benar-benar pasien ibu hamil terhindar dari Corona.
“Ada juga kelas ibu hamil. Di sana nanti akan diberikan edukasi tentang makanan bergizi dan nutrisi yang seimbang. Terus juga pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

