31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Kamping Ngehits, Toko Rinjani Pernah Tolak Penyewa Tenda Saking Ramainya

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang merapikan tenda di teras rumah tepi Jalan Sosrokartono, Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Tenda dari kain parasit tersebut kemudian ia lipat rapi. Di sampingnya juga tampak matras dan alat pendakian lainnya. Pria tersebut yakni Ageng Prabowo pemilik Rinjani Adventure Shop, yang menyewakan peralatan pendakian.

Seusai melipat tenda jenis dom tersebut, pria yang akrab disapa Ageng itu berbagi penjelasan tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, selain menjual aneka peralatan pendakian, Rinjani Adventure Shop, sejak 2015 juga menyewakan peralatan pendakian, khususnya untuk peralatan kamping. Hal itu dikarenakan pada tahun tersebut dunia pecinta alam mulai hits.

Berbagai peralatan pendakian yang dijual Ageng di Rinjani Adventure Shop. Foto: Rabu Sipan.

“Toko Rinjani sendiri itu buka pada tahun 2005, yang fokus menjual peralatan pendakian. Namun, sejak lima tahun lalu saya juga menyediakan persewaan alat pendakian. Sebab banyaknya permintaan,” ujar Ageng kepada Betanews.id, Jumat (11/9/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Sensasi Kamping di Bukit Puser Angin, Menikmati Senja dari Balik Tenda

Rinjani Adventure Shop menyediakan peralatan untuk kamping, di antaranya tenda dom kapasitas dua orang, empat orang, enam orang, serta yang terbesar itu untuk 12 orang. Harga sewanya juga sangat terjangkau dan tidak bikin kantong jebol.

“Saat ini saya punya 50 tenda untuk disewakan. Selain itu kami juga menyewakan kompor, matras, serta sleeping bag,” ujarnya.

Untuk syarat persewaan, lanjutnya, penyewa hanya meninggalkan KTP atau SIM asli sebagai jaminan, serta bayar uang muka.

“Kartu identitas itu bisa diambil, saat peralatan yang disewa itu sudah dikembalikan,” jelas pria yang sudah dikaruniai dua anak tersebut.

Baca juga: Lutunna Rental, Jasa Persewaan Peralatan Bayi di Kudus yang Bikin Ibu Lebih Hemat

Dia menuturkan, hampir setiap hari ada saja yang datang untuk menyewa peralatan kamping. Apalagi kalau akhir pekan tenda yang tersewa bisa sampai puluhan tenda. Namun paling banyak itu saat Bulan Muharam, Agustus, dan tahun baru. Menurutnya, di bulan tersebut tendanya itu bisa tersewa semua. Bahkan sampai nolak-nolak.

“Penyewa yang datang itu tidak hanya dari Kudus saja, tapi ada juga yang dari Pati, Jepara, Demak, Purwodadi, dan daerah lainnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sebenarnya dulu dunia alam liar itu peminatnya hanya para pecinta alam saja. Namun, sejak berkembangnya dunia digital serta maraknya media sosial, peminat dunia pendakian gunung jadi makin banyak dan ngehits. Sebab, para pecinta alam itu setiap melakukan pendakian biasanya pasti akan berswafoto untuk mengabadikan momen, sekaligus sebagai kenang-kenangan.

Bedanya, lanjutnya, pada zaman dulu foto tersebut hanya disimpan secara pribadi dan teman yang ikut mendaki. Sedangkan zaman sekarang hasil foto-foto tersebut bisa dishare ke media sosial. Tentu secara otomatis hasil foto di pegunungan dengan view yang sangat indah itu bisa dilihat orang banyak.

Baca juga: Belajar Konservasi Alam Lewat Film Negeri Dongeng

“Dari situlah, banyak orang penasaran dengan alam liar, beserta keindahannya. Sehingga tadinya orang yang tidak suka dengan mendaki gunung, setelah lihat keindahan alam lewat foto di media sosial tersebut jadi suka ikut mendaki dan tentunya kamping, ” ungkapnya.

Karena pemula, Ageng melanjutkan, mereka pun tidak punya peralatan untuk kamping. Kalau beli harganya lumayan, sehingga banyak dari mereka yang cari peralatan pendakian secara sewa. Dari situ ia menangkap peluang usaha.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER